banner 468x60 banner 468x60

Kabar Gembira! Pandemi di Indonesia Makin Membaik, Terus Turun Tiap Minggu

  • Bagikan

PONTIANAK, insidepontianak.com – Usai berjibaku dan tak kenal lelah, Indonesia akhirnya menemukan titik stabil dalam penanganan pandemi Covid-19 ini. Kabar baiknya, kasus di tanah air terus mengalami perbaiki. Bahkan, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa kasus Covid-19 mingguan turun.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 bagi penyintas bisa dilakukan satu bulan setelah sembuh. Seperti diketahui, sebelumnya perlu menunggu tiga bulan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Situasi pandemi Covid-19 di Covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikian. Bahkan, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid juga mengatakan bahwa terjadi penurunan kasus positif dan kematian mingguan COVID-19 di Indonesia.

“Tren positif penurunan kasus COVID-19 di Indonesia dan juga angka kematian terus berlanjut untuk menurun. Hal ini menjadi berita yang baik untuk kita semua. Secara nasional terjadi penurunan kasus mingguan dibandingkan minggu lalu sebanyak 26 persen, dan penurunan angka kematian sebesar 37 persen,” kata Nadia seperti dikutip Suara.com, belum lama ini.

Meski demikian, menurut Nadia, masih ada masih ada provinsi yang mencatatkan insiden dan angka kematian yang relatif tinggi, yakni Provinsi Kalimantan Utara.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah juga meningkatkan upaya tes dengan rata-rata pengujian COVID-19 nasional terus meningkat menjadi 4,4 orang yang diperiksa per 1.000 penduduk per pekan.

Angka tersebut berada di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu satu orang yang diperiksa per 1.000 penduduk.

Nadia menuturkan seluruh provinsi telah mencapai standar minimal tetapi ada beberapa provinsi yang mencatatkan rata-rata pengujian Covid-19cukup tinggi, yakni Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.

Positivity rate nasional juga terus menurun, yang mana saat ini sudah mencapai angka 1,4 persen, jauh dari angka 5 persen yang sudah ditentukan oleh WHO.

Nadia mengatakan setidaknya ada dua provinsi yang menjadi kewaspadaan bagi pemerintah Indonesia, yaitu Provinsi Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah yang terus masih bergerak pada angka 3-7 persen.

Selain itu, terjadi penurunan penggunaan tempat perawatan rumah sakit dan tempat isolasi yang ditandai dengan saat ini sudah tidak ada lagi provinsi yang mencatatkan tingkat keterisian tempat perawatan di rumah sakit (Bed Occupation Rate/BOR) lebih dari 60 persen.

Ia mengatakan, keberhasilan itu harus dipertahankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera menjalani vaksinasi COVID-19. Dengan demikian, kasus COVID-19 diharapkan semakin menurun ke depannya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: