banner 468x60 banner 468x60

Kubu Raya Kembali Raih Penghargaan APE 2021

  • Bagikan
Kabupaten Raya kembali meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Kamis (30/9/2021). (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kabupaten Raya kembali meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Kamis (30/9/2021).

“Penghargaan ini diberikan atas berkomitmen dalam pencapaian terwujudnya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak,” ungkap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Jumat(1/10/2021) di kantor Bupati.

Bupati Muda sangat mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah menginisiasi diselenggarakannya Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021, terutama penghargaan bagi pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak di daerah.

“Alhamdulillah, Kubu Raya kembali mendapatkan kepercayaan menerima APE,” kata Bupati Muda Mahendrawan di ruang kerjanya, Jum’at (1/10/2021).

Ia menyampaikan, saat ini pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah berkomitmen melaksanakan percepatan pengarusutamaan gender sesuai Amanat Presiden No 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang merupakan strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

“Komitmen itu bukan hanya kata-kata, bukan hanya dari formalistik saja, komitmen ini menggerakan semua elemen termasuk pemerintah desa dan masyarakat desa,” ujar Bupati.

Bupati menilai, Pengaustamaan Gender yang menyangkut kepemimpinan, semuanya menggerakan kebijakan, seperti di desa, salah satu contoh, melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perempuan.

“Seperti yang dilakukan teman-teman Paradigta, Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) dan berbagai program pemberdayaan dan isu-isu kesetaraan gender ini tidak hanya formalitas, namun memperkuat inklusi,” jelasnya.

Bupati menyampaikan, semua ini mengejar langkah-langkah yang terkait dengan pola kerja pemerintah, seperti kesehatan ibu dan anak dan hal ini juga diyakini kalau proses itu mampu memberikan perlindungan dan sekaligus meyakinkan generasinya itu generasi yang terbawa kesetaraan dan tidak ada termarjinalkan yang semuanya diperlakukan secara berdaya.

“Penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berkomitmen dan mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di kabupaten/kota nantinya diharapkan akan benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi SDM perempuan yang memang benar memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan,” ungkap Muda. (Ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: