banner 468x60

Pemprov Kalbar Gagal Serap Anggaran Maksimal Tiga Tahun Berturut

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah.

PONTIANAK, insidepontianak.com – DPRD Kalimantan Barat menilai, tiga tahun pemerintahan Sutarmidji-Ria Norsan gagal melakukan penyerapan anggaran secara maksimal.

Untuk tahun 2021 ini saja, hingga September, serapan anggaran baru mencapai 30 persen. Demikian juga di tahun lalu.

Pada laman Antara, serapan anggaran Kalbar pada 2020, hingga Agustus, tercatat di bawah angka rata-rata nasional. Dengan jumlah serapan hanya di angka 25,98 persen. Sedangkan serapan di tahun 2019 juga tidak mencapai 100 persen.

“Hampir setiap tahun (Red-serapan anggaran rendah). Itu kami soroti dan harus menjadi perhatian,” pesan Wakil Ketua DPRD Kalbar Suriansyah, kepada awak media belum lama ini.

Serapan anggaran Pemerintah Provinsi Kalbar yang saat ini baru mencapai 30 persen, kata Suriansyah, karena banyaknya program yang tak terlaksana di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Sementara sisa waktu kerja di tahun 2021 ini, tinggal tiga bulan.

“Untuk itu, kami minta perhatian khusus Gubernur kepada Dinas Perumahan Penduduk dan Kawasan Pemukiman. Bila perlu mengambil kebijakan tegas kepada mereka yang tidak mampu melaksanakan pekerjaan itu,” ucap Suriansyah.

Legislator Partai Gerindra ini mengatakan, sejak menjabat sebagai Gubernur Kalbar, Sutarmidji menargetkan serapan anggaran bisa dilakukan cepat. Untuk itu, lelang dilaksanakan sebelum tahun angaran.

Namun sayang, pelaksana di lapangan, beberapa OPD tak mampu menjalankan kebijakan Gubernur. Hal ini semakin diperparah dengan sejumlah peraturan baru dari Dinas Pekerjaaan Umum yang mesti disesuaikan.

Misalnya saja, Peraturan K3 yakni Keselamatan dan kesehatan kerja. Jika dihitung dari jumlah kegiatan pembangunan di Kalbar ada ribuan paket. Sementara tenaga pelaksana hanya sebagian kecil.

“Sehingga tidak memungkinkan melaksanakan dengan baik. Belum lagi kewajiban untuk uji lab terhadap beton. Semakin memperlambat proses penyelesaian pekerjaan,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: