banner 468x60 banner 468x60

Heboh! Atlet Gantole PON Papua Mendarat di Atap Warga Sampai Ambruk

  • Bagikan
Viral Atlet Gantole PON Papua Mendarat di Genteng Warga Sampai Ambruk. (Twitter/@jayapuraupdate)
Viral Atlet Gantole PON Papua Mendarat di Genteng Warga Sampai Ambruk. (Twitter/@jayapuraupdate)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Indonesia miliki pagelaran lokal yang banyak menyedot minat warga +62 ini. Apalagi kalau bukan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Berbagai cabang olahraga bisa kalian saksikan, termasuk jagoan kalian.

Atlet pun berupaya keras untuk menampilkan terbaik. Meskipun tak selalu berhasil. Seperti momen atlet gantole yang mendarat di pemukiman warga telah menggegerkan media sosial.

Peristiwa itu dibagikan oleh akun Twitter @jayapuraupdate. Akun ini menguggah video proses evakuasi atlet gantole itu di genteng warga setempat.

“Atlet paralayang mendarat di pemukiman warga,” tulis akun ini sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Minggu (3/10/2021).

Dalam video, atlet gantole itu tergantung di atas genteng. Ia mendarat di atap rumah warga, yang menyebabkan sebagian atap sampai ambruk.

Atlet gantole itu sendiri tersangkut dalam posisi menggantung. Diduga perlengkapan terbang atlet tersebut terbelit di genteng.

Hal ini menyebabkan sang atlet tidak bisa membebaskan diri. Ia pun hanya tergantung dengan tidak berdaya. Bagian atas tubuhnya berada di atas genteng, sedangkan bagian bawah berada di dalam rumah.

Puluhan warga pun langsung melakukan evakuasi dan berusaha menolong. Sebagian warga memegang atlet itu dari atas atap agar tidak jatuh.

Sedangkan warga lainnya mengangkat kaki sang atlet agar tubuhnya tidak terbebani. Sementara yang lainnya berusaha memotong tali dan perlengkapan terbangnya yang menyangkut.

Setelah berkutat cukup lama, warga akhirnya berhasil menurunkan atlet tersebut. Mereka menggotongnya secara perlahan ke bawah.

Kondisi sang atlet sendiri masih belum diketahui. Namun, video itu justru membuat warganet lega. Mereka menilai atlet itu beruntung karena tidak mendarat di tempat berbahaya.

“Untung baik bukan di pemukiman buaya yang dekat situ,” tambah akun ini.

Dikabarkan venue paralayang itu berada di Bukit Kampung Buton, Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Tempat landing atlet berada tepat di samping penangkaran buaya.

Tak tanggung-tanggung, jarak tempat landing dengan penangkaran buaya hanya 100 meter. Dilaporkan ada lima kolam, di mana masing-masing kolam berisi 10-12 buaya.

Sontak, fakta itu membuat publik bernapas lega. Mereka juga turut menuliskan beragam pendapat lainnya.

“Ini kemarin pertimbangannya gimana ya kok venue perlombaan di Bukit Kampung Buton?” tanya warganet.

“Waduhhh. Jadi ngeri, padahal udah nyusun rencana mau naik ini di puncak,” komen warganet.

“Apa dia baik-baik saja?” tanya warganet.

“PON rasa survival game,” sahut warganet.

“Waduh ngeri,” tambah yang lain.

Jalani Perawatan Intensif

Menyadur dari Antara, atlet gantole Sumatera Barat, Khaidir Anas yang mengalami insiden jatuh saat berlaga di kelas A Lintas Alam Lapangan Advent Doyo Baru PON Papua XX 2021 pada Minggu sekitar pukul 12.50 WIT harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Youwari di Kota Jayapura.

Pelatih gantole Sumbar Philips R Sakti saat dihubungi dari Merauke, Minggu mengatakan, setelah mengalami insiden Khaidir sudah mendapatkan perawatan intensif. Khaidir juga sudah menjalani tes radiologi dan hasilnya memang ada tulang punggung yang merenggang.

Selain itu saat terjatuh, lanjutnya yang mendarat pertama kali ke tanah dalah keningnya sehingga menyebabkan lecet dan lebam. Selain itu karena shock, ia juga mengalami sesak nafas sehingga diberikan oksigen.

“Hasil ini tentu membuat Khaidir Anas tidak dapat melanjutkan pertandingan di kelas A untuk kategori lintas alam,” kata Philips.

Dirinya berharap semoga kondisi Khaidir tidak terlalu parah dan bisa membaik dalam waktu yang cukup dekat.

Philips menduga penyebab jatuhnya atlet Sumbar itu bukan karena faktor angin yang kencang, melainkan karena menggunakan layangan yang baru dengan teknologi canggih untuk perlombaan siang tadi.

“Alat ini memiliki mobilitas yang tinggi dan juga liar untuk dikendalikan. Selain itu alat ini mampu membuat atlet menyelesaikan kategori lintas alam dalam waktu yang cepat,” kata dia.

Persoalannya, alat ini belum sering digunakan oleh Khaidir Anas dalam latihan. Dulu pernah ingin digunakan untuk aero touring yakni dengan ditarik gantole bermotor namun gagal. Kemudian sewaktu di Banten ada perlombaaan, ia sudah mendaftar namun saat akan bertanding motor penarik gantole rusak.

“Saat di PON Papua ini ada waktu untuk latihan jelang tanding namun Khaidir tidak mendapatkan jadwal tersebut dan layangan itu digunakan pada perlombaaan tadi,” kata dia.

Ia mengatakan karena layangan yang liar membuat dia jatuh dan merusak rumah warga yang ada di dekat lapangan tersebut. Menurut dia, Khaidir beruntung karena tidak jatuh ke jalan aspal yang dilalui kendaraan karena dampaknya lebih fatal.

“Saya sudah mengingatkan untuk menggunakan layangan yang lama saja namun sebagai pelatih tidak mau memaksakan kehendak. Saya berharap dia segera sembuh dan tidak memberikan dampak kepada rekan lainnya,” kata dia.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: