banner 468x60 banner 468x60

Hoaks atau Fakta! Semua Data Pengguna Aplikasi PeduliLindungi Direkam oleh Singapura?

  • Bagikan
Aplikasi PeduliLindungi. suara.com
Aplikasi PeduliLindungi. suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Beberapa waktu lalu beredar narasi aplikasi PeduliLindungi dibuat oleh Singapura, dan semua data pengguna telah direkam oleh pemerintah Negeri Singa itu.

Narasi ini dibagikan oleh akun Twitter @yunanto_id. Akun ini membagikan sebuah tangkapan layar postingan dari Peter F. Gontha, dikutip Suara.com.

Postingan itu berisikan klaim bahwa aplikasi PeduliLindungi dibuat dan semua data direkam oleh Singapura. Selain itu, postingan tersebut juga menyebut kedaulatan data Indonesia sudah berada di tangan Singapura.

Hal itu disebut membuat Singapura bisa mengetahui alamat, tanggal lahir, sampai email pengguna aplikasi PeduliLindungi di Indonesia. Postingan tersebut disukai sebanyak 46 kali dan di-retweet 25 kali.

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

“Ternyata aplikasi PEDULI LINDUNGI itu aplikasi bikinan SINGAPORE. Gila…. Seluruh data kita direkam Singapore, dan kedaulatan Data Indonesia sudah ada ditangan mereka, meski ini aplikasi Telkom. Mereka tau Alamat kita, tgl Lahir kita, email Kita, kita makan apa, kita kemana aja… semua mereka tau. Kalau info ini salah mohon saya di informasikan apa yang salah.”

Lantas benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Suara.com, maka narasi aplikasi PeduliLindungi dibuat oleh Singapura, dan semua data juga direkam oleh Singapura tidak benar.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi menjelaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi merupakan aplikasi buatan anak bangsa.

Aplikasi PeduliLindungi dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero). Data yang dikelola dalam PeduliLindungi juga ditempatkan di pusat data nasional yang dikelola oleh Kemenkominfo.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi semua data pengguna aplikasi PeduliLindungi telah berada di tangan Singapura adalah hoaks.

Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: