banner 468x60 banner 468x60

Inggris Siap Buka Pintu untuk Warga Indonesia, Larangan Berlibur Segera Dihapus

  • Bagikan
Ilustrasi London, Inggris. suara.com
Ilustrasi London, Inggris. suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Indonesia pelan tapi pasti mulai meninggalkan kesan buruk di mata dunia, terutama dalam penanganan Covid-19. Pasien terkonfirmasi pun berkurang drastis tiap Minggunya, sesuai data Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 RI.

Terbaru, negara Inggris menggendorkan peraturannya bagi warga Indonesia yang ingin berlibur ke negeri Ratu Elizabeth ini.

Dalam waktu dekat, pemerintah Inggris akan menghapus Indonesia dari daftar merah perjalanan. Artinya, turis dari Indonesia tidak perlu lagi wajib melakukan karantina selama 10 hari saat tiba di Inggris.

Selain Indonesia, negara-negara yang akan dihapus dari daftar wajib karantina COVID-19 tersebut antara lain Afrika Selatan, Brazil, dan Meksiko.

Perubahan kebijakan seperti itu akan diumumkan pada Kamis (7/10) dan kemungkinan akan menghasilkan lonjakan pemesanan tiket penerbangan dan wisata.

Jumlah negara yang masuk dalam “daftar merah” tujuan Inggris akan dipangkas dari 54 negara menjadi hanya sembilan negara.

Kebijakan karantina hotel pada negara-negara berisiko tinggi menimbulkan biaya 2.285 pound atau sekitar Rp44 juta per orang sehingga berdampak buruk bagi industri perjalanan global.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dikutip Suara.com, akan membuka lebih banyak perjalanan internasional bebas karantina hotel mulai akhir pekan ini.

Inggris sudah berencana melonggarkan aturan perjalanannya mulai 4 Oktober dengan menghapus daftar kuning negara-negara tujuan berisiko sedang.

Selain itu, Inggris tidak lagi mengharuskan penumpang yang divaksinasi penuh untuk menjalani tes COVID-19 sebelum mereka tiba dari negara-negara yang bukan dari daftar merah perjalanan.

Pemerintah mengatakan bahwa, orang-orang yang datang di Inggris mulai beberapa waktu kemudian pada Oktober tidak lagi harus mengikuti tes PCR. Sebagai gantinya, mereka dapat memilih tes cepat (rapid test) –yang biayanya lebih murah.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: