banner 468x60

Dugaan Korupsi Dana Hibah Sintang Libatkan Dua Dewan Rugikan Negara Rp241 Juta

  • Bagikan
Ilustrasi.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Asintel Kejaksaan Tinggi Kalbar, Taliwondo menyebut, dugaan korupsi dana hibah pembangunan gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eben Heazer, Kabupaten Sintang, telah merugikan negara sebesar Rp241.681.750 juta.

Hal tersebut berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalbar pada September 2021.

“Akibat perbuatan tersangka ini, negara dirugikan Rp241 juta,” kata Taliwondo, Senin (4/10/2021).

Dugaan perbuatan korupsi ini terjadi ketika Pemerintah Kabupaten Sintang menyalurkan dana hibah sebesar Rp299 juta pada 26 Februari 2018 lalu.

Dana tersebut dicairkan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Sintang sebanyak dua tahap. Untuk pembangunan Gereja GPdI Jemaat Eben Heazer Dusun Belungai, Desa Semuntai Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Pada tahap pertama, tepatnya 27 April 2018, dana hibah tersebut dikirim ke rekening pribadi JM sebesar Rp239 juta. Sementara tahap kedua pada 13 Juli 2018 kembali dikirim sebesar Rp59.800.000 ke rekening pengurus.

Celakanya, duit hibah sebesar Rp219.150.000 tahap pencairan pertama tersebut justru diserahkan JM kepada SM. Oleh SM uang itu dibagi-bagi kepada TI sebesar Rp100 juta. Sementara TM menerima Rp19.800.000.  TI sendiri menggunakan uang itu untuk memberangkatkan pendeta-pendeta ke Yerusalem.

Sementara uang Rp19,8 juta diterima TM sebagai fee komitmen antara JM, SM dan TM. Sisa dana hibah sebesar Rp121 juta dikuasai SM. Dia mengambil jatah sebanyak Rp99 juta. Sementara JM menguasai sebesar Rp22 juta.

“Sementara dana yang murni untuk pembangunan gereja hanya sebesar Rp57 juta,” jelas Taliwondo.

Saat ini, keempat tersangka telah dibawa ke Rumah Tahanan Pontianak. Mereka ditahan selama 20 hari.

“Mereka kita jerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: