banner 468x60 banner 468x60

Benarkah Sakit Gigi Bisa Berujung Pada Penyakit Diabetes? Ini Faktanya

  • Bagikan
Ilustrasi obat diabetes. [suara.com]
Ilustrasi obat diabetes. [suara.com]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Masih banyak masyarakat yang menganggap remeh masalah kesehatan gigi dan mulut. Padahal, masalah tersebut bisa berimplikasi pada kesehatan lainnya.

Salah satunya ialah berkaitan dengan penyakit diabetes. Hal itu terungkap dalam studi terbaru oleh Ipsos dan GSK Consumer Healthcare, dikutip Suara.com, dengan 4.500 peserta dari 9 negara, termasuk 500 peserta dari Indonesia.

Dalam keterangannya, baru-baru ini, kesehatan mulut yang buruk bisa menyebabkan peradangan gusi dan infeksi. Hal ini mempersulit tubuh untuk mengendalikan level gula darah, dan merespons dengan baik terhadap insulin.

Pada gilirannya, level glukosa darah yang tinggi dalam ludah penderita diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, dan level gula darah mereka yang tinggi bisa menimbulkan luka umum, termasuk luka di dalam mulut, yang penyembuhannya menjadi lebih pelan.

Sementara 58 persen responden yang berusia antara 18-29 tahun menyadari bahwa kesehatan mulut yang baik memiliki dampak positif dalam membantu mempertahankan level gula darah dan menangani diabetes, angka ini turun menjadi hanya 49 bagi responden yang berusia di atas 50 tahun.

Bagi kelompok berusia lebih dari 50 tahun yang berisiko lebih tinggi, yang lebih mungkin mengidap Diabetes tipe 2, perlu peningkatan kesadaran dan edukasi yang lebih ditargetkan.

“Hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan secara keseluruhan telah didokumentasikan dengan baik oleh komunitas ilmiah. Namun, kesadaran publik terhadap manfaat yang lebih luas dari menyikat gigi dengan hati-hati, merawat rongga mulut Anda, dan kunjungan berkala ke dokter gigi masih tetap rendah,” kata drg. Hari Sunarto, Sp.Perio(K), Presiden Ikatan Periodontologi Indonesia,

Ia melanjutkan bawha ini sangat mengkhawatirkan. Ada kebutuhan nyata untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa risikonya lebih besar daripada hanya sekadar senyum, jika mereka tidak merawat mulut mereka dengan baik.

Sementara itu, Manajer Umum, Asia Tenggara dan Taiwan, GSK Consumer Healthcare, Emerson Aguinaldo, mengatakan bahwa sehat bukanlah hanya tentang memasang foto Anda sedang berlari atau berolahraga di pusat kebugaran – melainkan bisa merupakan kebiasaan yang paling biasa, kebiasaan di balik layar yang memiliki dampak terbesar.

“Kebiasaan perawatan mulut yang baik seperti menyikat gigi secara teratur dengan baik menggunakan produk kesehatan konsumen yang sudah terbukti efektif (pasta gigi, cairan kumur, dan benang gigi) bukanlah pengecualian,” kata dia.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: