banner 468x60 banner 468x60

LAKI Kayong Utara Desak Dinas PUPR Beri Sanksi Pelaksana Pekerjaan Air Bersih

  • Bagikan
Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Kayong Utara Hermanto. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Kayong Utara Hermanto mendesak pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, khususnya di bidang Cipta Karya (CK) untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak pelaksana proyek pekerjaan pembagian jaringan distribusi dan sambungan rumah kapasitas 4L/d untuk desa Riam Berasap dan Simpang Tiga Kecamatan Sukadana. Dengan pagu kegiatan sebesar 2.983.924.000. Sanksi ini disebabkan pihak pelaksana belum menunjukan progres yang signifikan.

“Kalau dilihat dari tanggal kontrak 30 Juli sampai 16 Desember waktu yang tersisa 2 bulan lebih, ini tentu bukan lagi waktu yang panjang. Sedangkan progres pekerjaan di lapangan yang sudah kita dapat belum ada progres yang signifikan, info yang kita dapat juga pelaksana masih menunggu pipa datang yang dipesan,” ungkap Hermanto.

Hermanto mengatakan, proyek air bersih ini merupakan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara terpilih. Bahkan persoalan air bersih ini merupakan janji politik kepala daerah kepada masyarakat.

“Air bersih ini masuk ke dalam visi misi bupati dan wakil Bupati terpilih. Air bersih ini juga menjadi mimpi masyarakat Kayong Utara, namun sudah berapa beberapa proyek yang berkaitan air bersih, realisasi air bersih belum juga dirasakan masyarakat luas, seperti, Simpang Hilir, Teluk Batang, Seponti dan daerah lain,” tuturnya.

Kepala Bidang CK Mikrat yang juga menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan mengatakan, bahwa saat ini pekerjaan baru mencapai progres di bawah 6 persen.

“Pekerjaan tersebut masih menunggu kedatangan pipa HDPE 6. Sampai saat ini deviasi pekerjaan sekitar -6 persen dari Time Schedule mereka,” ungkap Mikrat, Rabu (6/10/2021).

“Hasil koordinasi dengan tim pendampingan dari pihak Kejari (Ketapang)  kemarin, dilihat dari nilai deviasinya masih memungkinkan untuk pekerjaan ini diselesaikan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang di himpun, pelaksana pemenang lelang proyek pekerjaan pembagian jaringan distribusi dan sambungan rumah kapasitas 4L/d untuk desa Riam Berasap dan Simpang Tiga Kecamatan Sukadana ini dimenangkan oleh  CV Generasi Biru.

Diduga aktor pemain proyek ini  merupakan orang lama yang juga sempat dipanggil pihak Polda Kalbar karena pekerjaan pipa di Kabupaten Kayong Utara,  di tahun 2020. Saat dikonfimasi nama pemenang lelang, Aat yang akrab disapa ini tidak memberikan jawaban, hanya mencantumkan nama CV pemenang, yaitu CV Generasi Biru. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: