banner 468x60 banner 468x60

Selesaikan Masalah Ahmadiyah di Sintang, Pemprov Kalbar Berencana Bangunkan Masjid Bersama

  • Bagikan
BGD Intoleran
Focus Group Discussion (FGD) menyikapi berkembangnya sikap intoleransi dan radikalisme di Kalbar, Rabu (6/10/2021). Kegiatan itu menghadirkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto, dan Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Sulaiman Agusto sebagai pembicara. Diikuti seluruh kepala daerah di 14 kabupaten/kota. (Andi Ridwansyah)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat berencana membangun masjid untuk seluruh umat islam di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

Tawaran ini diharapkan menjadi solusi menjaga kerukunan umat beragama di Sintang pascapenolakan keras masyarakat atas berdirinya masjid Miftahul Huda sebagai tempat ibadah warga Ahmadiyah. Masjid Ahmadiyah itu nanti akan dijadikan sebagai fasilitas umum.

“Nanti di Sintang itu masjid ini (red, Ahmadiyah) akan diganti. Mereka buat pernyataan. Bagunannya bisa dijadikan fasilitas umum, bisa jadi balai desa. Pemprov nanti akan buat masjid di sana. Siapa saja mau salat, salat,” kata Sutarmidji ditemui usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Menyikapi Berkembangnya Sikap Intoleransi dan Radikalisme di Kalbar, Rabu (6/10/2021).

Sutarmidji meminta masyarakat mendudukkan persoalan Ahmadiyah pada aturan dan musyawarah. Sebab, untuk mendirikan masjid ada aturan yang diatur dalam Undang-Undang. Salah satunya mendapat izin. Selain itu ada kesepakatan berdasarkan musyawarah.

“Kalau aturan itu tak tercapai, namun dari hasil musyawarah masyarakat setempat bisa menerima, artinya tidak ada masalah,” kata dia.

Karenanya, Sutarmidji menegaskan, dalam melihat persoalan itu harus mendudukkan masalah pada proporsi sebenarnya sebelum akhirnya mengomentari sesuatu.

“Makanya saat mengomentari sesuatu harus mendudukkan akar masalah dan peraturan dan kesepakatan yang sudah ada,” pesannya.

Jika melihat ke belakang, sudah ada 12 poin pernyataannya yang dibuat Ahmadiyah. Salah satu point pernyataan tidak akan mendirikan masjid atas nama Ahmadiyah. Namun, nyatanya masjid Ahmadiyah berdiri.

“Sudah selesai itu aja. Ini pernyataan yang mereka buat. Mau ngomong apa lagi,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: