banner 468x60 banner 468x60

Nurul Ghufron Tegaskan KPK akan Bongkar Bekingan Azis Syamsuddin

  • Bagikan
Nurul Ghufron
Komisioner KPK Nurul Ghufron. (Suara.com/Ahmad Su'udi)

JAKARTA, insidepontianak.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron memastikan, KPK akan tindaklanjuti fakta persidangan yang mengungkap bekingan eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di dalam lembaga antirasuah, dalam mengurus kasus.

“Segala informasi mengenai adanya dugaan pelanggaran, tentu kami akan tindak lanjuti,” tegas Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dilansir dari Suar.com, Jumat (8/10/2021).

Namun Ghufron menggarisbawahi. Menurutnya, kesaksian yang disampaikan Sekretaris Kota Tanjungbalai, Yusmada dalam persidangan, berasal dari komunikasinya dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, bukan dari yang dilihat langsung. Karena itu, untuk pembuktiannya perlu proses yag cermat.

“Tapi menyampaikan pernyataan orang lain, bahwa saudara AZ (Azis Syamsuddin) memiliki delapan orang dalam,” ucap Ghufron.

Bila memang terbukti, Ghufron menjamin, pihaknya tak segan membongkarnya untuk mendalami fakta sidang dari kesaksian Yusmada.

“Itu nanti tentu sekali lagi KPK akan komitmen untuk membongkar itu semua,” katanya.

Sebelumnya, Jaksa KPK membuka berita acara pemeriksaan (BAP) milik Yusmada. Dalam kesaksian di penyidikan, terungkap Syahrial pernah menyampaikan, bahwa Azis memiliki delapan orang di KPK termasuk Robin yang dapat membantu kepentingan Azis bila terjerat perkara di KPK.

“Syahrial juga mengatakan, bahwa Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakan oleh Azis untuk kepentingan Azis amankan perkara. Salah satunya, Robin,” tanya Jaksa KPK

“Iya pak,” jawab Yusmada.

Meski begitu, Yusmada tidak kembali mendengar cerita dari Syahrial, apakah delapan orang di KPK ini pernah membantu Azis agar tidak dijerat dalam sebuah perkara KPK.

“Nggak ada disampaikan,” ujarnya.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, Stepanus menerima suap mencapai Rp 11.025.077.000 dan 36 ribu USD.

Stepanus dalam mengurus perkara sejumlah pihak dibantu oleh Advokat Maskur Husein yang kini juga sudah menjadi terdakwa.

Sejumlah uang suap yang diterima Stepanus diantaranya yakni dari, Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial mencapai Rp 1,65 Miliar.

Kemudian, dari Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.009.887.000,00 dan USD 36 Ribu.

Selanjutnya, dari terpidana eks Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna sebesar Rp507.390.000. Kemudian dari Usman Efendi sebesar Rp 525 juta serta terpidana korupsi eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebesar Rp5.197.800.000.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: