banner 468x60 banner 468x60

Rilis Lagu Dua Sejoli, Titiek Puspa Persembahkan untuk Para Sesepuh

  • Bagikan
Titiek Puspa [Ismail/Suara.com]
Titiek Puspa [Ismail/Suara.com]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Penyanyi senior Titiek Puspa tak mau berhenti berkarya meski usianya telah 83 tahun. Terbaru, Titiek baru saja merilis sebuah lagu berjudul “Dua Sejoli”.

Untuk mendukung lagunya tersebut, Titiek Puspa melakukan syuting video klip di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (7/10/2021). Walau dalam keadaan kesehatannya yang kurang fit, Titiek mengaku tetap semangat menjalaninya.

“Hari ini sebetulnya saya dalam keadaan sakit, tapi karena saya janji sama banyak orang,” kata Titiek Puspa, di sela-sela syuting video klip “Dua Sejoli” di kawasan Pasar Baru, dikutip Suara.com, Jakarta Pusat, Kamis (7/10/2021).

Menurut Titiek Puspa awalnya syuting video klip ini ingin dilaksanakan dua tahun yang lalu. Namun semua tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Dan ini yang kedua, karena Covid dan sekarang dipindah jadwalnya. Aku paksakan datang karena sudah mendesak juga,” katanya menambahkan.

Dalam menggarap lagu “Dua Sejoli”, Titiek Puspa yang pernah hidup di zaman penjajahan itu bekerja sama dengan musisi Tohpati.

“Saya bikin lagu ini, ‘Dua Sejoli’ tadinya tuh dibuat sama Tohpati. Tohpati itu kan dulu musiknya kayak tahun 1930-an, aku bilang, nih ada uang. Karena dia waktu itu lagi nggak ada yang dikerjain. Bikin ini jadi simphoni, musiknya ya. Terus aransemen agak diklasikkan,” tuturnya.

Pelantun lagu “Kupu-Kupu Malam” ini memilih lagu dengan aransemen slow karena lagu tersebut dipersembahkan untuk para pecintanya yang sudah sepuh.

“Saya akan memberikan musik ini kepada para sesepuh. Karena para orangtua seperti saya, itu kalau dengar musik, lagunya anak sekarang, suka agak kaget,” imbuh Titiek Puspa.

Selain itu, Titiek ingin para sepuh bisa mengenang masa muda saat mendengarkan lagu Dua Sejoli.

“Makanya saya kasih klasik ini, di samping dalam keadaan antah berantah. Supaya masih ingat, ini masih memberikan ingatan bahwa beliau tuh dulu masih muda, supaya ingat pernah berkasih-kasihan, bercinta-cintaan. Supaya bisa ingat terus. Ini sengaja untuk orang sepuh,” tutur Titiek Puspa.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: