banner 468x60 banner 468x60

Wow! Indomie Masuk 10 Mi Instan Terbaik Versi New York Magazine

  • Bagikan
Indomie goreng masuk sebagai merek yang disukai versi majalah NY Megazine. (Instagram/@indomie)
Indomie goreng masuk sebagai merek yang disukai versi majalah NY Megazine. (Instagram/@indomi)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Hampir seluruh penduduk Bumi kenal yang namanya mie instan. Semua negara memiliki mie instan favorit mereka. Faktanya, mi instan telah menjadi makanan wajib bagi sebagian orang. Itulah sebabnya, ada beragam pilihan varian dari berbagai merk yang hadir di pasaran.

Jika memilih satu di antara yang terenak membuatmu bingung, New York Magazine (NY magazine) menyusun 10 daftar mi instan terenak versi majalah tersebut. Bahkan, dua di antaranya berasal dari Indomie, mi instan yang berasal dari Indonesia.

Dilansir NY Magazine, dikutip Suara.com, penilaian ini dilakukan oleh delapan ahli kuliner, termasuk koki, penulis makanan, penulis buku masak, dan pecinta kuliner lainnya.

Menurut mereka, pemilihan ini tidak sesederhana proses memasaknya. Nah, berikut daftar mi instan terenak versi NY Magazine.

1. MyKuali Penang White Curry

Lucas Kwan Peterson, seorang jurnalis kuliner untuk Los Angeles Times pada bulan November 2019, menyusun peringkat lengkap dan sangat terperinci dari 31 macam mi instan dunia.

Sejak menerbitkan panduannya, Peterson memberi tahu bahwa MyKuali Penang White Curry adalah yang terenak.

“Saya suka MyKuali Penang White Curry yang berisi cabai hijau yang memberikan rasa pedas pada kari putih,” kata dia.

2. Sapporo Ichiban Tokyo Chicken

Selain Peterson, mi ini juga merupakan mi instan favorit Sheldon Simeon, chef-pemilik Tin Roof dan penulis Cook Real Hawaii, yang menyebut mi ini “gila”.

Simeon menjelaskan bahwa “Momosan” dalam nama itu mengacu pada pencipta mereka, koki Masaharu Morimoto, yang dia gambarkan sebagai “salah satu koki terbaik di dunia.”

Simeon menambahkan, “Kadang-kadang, untuk membuat kaldu lebih kental, saya akan memecahkan telur di dalamnya, mengaduknya langsung ke dalam sup, hampir seperti sup telur.”

Kemudian, untuk meningkatkan pedas, “Saya menambahkan seikat Tabasco atau lada hitam. Kami juga melakukannya di restoran – banyak lada hitam dalam kaldu kami.”

3. Maggi Masala 2-Minute Noodles

Untuk reporter kuliner New York Times dan penulis asal India, Priya Krishna, mi Maggi Masala 2-Minute Noodles menjadi uang terbaik.

“Saya telah menjadi pemuja mie Maggi masala sepanjang hidup saya. Mereka adalah jawaban India untuk Ramen Instan, dan mereka sempurna — pedas, asin, dan sama-sama lezat apakah disiapkan benar-benar pekat atau lebih seperti saus,” kata dia.

4. Mama Instant Noodle Shrimp Creamy Tom Yum

Mama’s Creamy Tom Yum Noodles direkomendasikan oleh Nong Poonsukwattana, koki di balik surga ayam dan nasi di Portland, Nong’s Khao Man Gai, karena rasanya yang tajam dan beraroma serai.

Dia mengatakan mi instan ini telah menjadi makanan pokok sejak dia masih kecil.

5. Nissin Instant Ramen Noodles with Soup Base, Black-Garlic Oil, Tonkotsu Pork

Penulis makanan Cathy Erway, penulis The Food of Taiwan, mengatakan kami ini bisa menjadi bahan tambahan untuk membuat hidangan makin lezat.

“Mereka memiliki paket kecil minyak bawang putih hitam, yang menciptakan tetesan kecil minyak hitam di bagian atas mangkuk Anda — sentuhan yang bagus yang terasa agak mewah untuk mi instan,” katanya.

6. Indomie Goreng Rasa Original

Tak disangka, agi kritikus restoran San Francisco, Chronicle Soleil Ho, jenis mi instan ini termasuk favoritnya.

Dia merekomendasikan mi instan asli Indonesia ini memiliki rasa gurih yang kuat yang berasal dari minyak bawang dan bawang goreng.

Seperti ahli lain, Ho telah makan mi ini sejak dia duduk di bangku sekolah dasar.

“Ketika sepupu saya dan saya akan menyiapkan mie instan sendiri ketika orang tua kami pergi,” kata dia.

Tentu saja, agar lebih nikmat, Ho jiga menambahkan telur ke minyak. Ho mengatakan dia juga suka menggorengnya dengan sangat cepat di wajan sehingga mereka mendapatkan rasa wajan yang enak dan berasap.

Kemudian ia menyelesaikannya dengan minyak cabai.

7. Indomie Mie Goreng BBQ Chicken

Lucas Kwan Peterson jurnalis kuliner di L.A Times, juga menganggap Indomie goreng rasa ayam barbeque ini sebagai andalannya.

Peterson mengatakan ia suka tambahan bumbu yang membuat mie instan jadi lebih spesial, Indomie goreng rasa ayam barbeque ini juga menawarkan banyak bumbu kemasan.

Peterson menjelaskan jika Anda bingung ingin mencoba mie instan yang mana, pilih mie instan yang ada bahan tambahan atau pilihan bumbu yang banyak karena baginya rasa mie instan itu akan menjadi lebih komplit dan enak.

Ia menyukai indomie ayam barbeque ini karena terdapat cukup banyak bumbu pelengkap, seperti bubuk bumbu ayam , bawang goreng, minyak berbumbu, minyak cabai dan kecap manis yang pekat.

8. Nongshim Chapaghetti Chajang

Bagi seorang pengulas makanan di blog Yooeating, Irene Yoo mengatakan mie instan ini praktis dan menjadi alternatif yang lebih murah untuk mie khas korea, jjangmyeon.

Chapaghetti memiliki rasa gurih, manis mengingatkannya dengan jjangmyeon favoritnya sejak kecil. Terkadang ia melengkapi mie instannya dengan potongan daging sapi, minyak truffle dan minyak wijen yang membuatnya semakin nikmat.

9. Nongshim Shin Ramyun

Selain itu, Irene Yoo juga menyukai ramen Nongshim lainnya dan kali ini rasanya lebih pedas. Mie instan satu ini dianggap sebagai mie instan klasik Korea yang lezat. Rasa umami yang diberikan sangat membuat ketagihan.

Tak hanya itu, saking sukanya dengan rasa umami yang diberikan mie instan ini. Bumbunya juga seringkali Irene gunakan sedikit untuk makanan lainnya seperti kimchi-jjigae atau hidangan rebus lainnya.

10. Tseng Scallion with Sichuan Pepper

Kevin Lee selaku pemilik mie instan Immi mengaku ia melakukan riset ke banyak mie instan sebelum memutuskan untuk membuat brand mie instannya sendiri.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah mie instan Tseng Scallion with Sichuan Pepper. Baginya, mie instan satu ini sangat lezat tanpa perlu menambahkan bahan lainnya.

Menariknya lagi, mie instan Tseng ini merupakan brand Taiwan yang awalnya merupakan sebuah restoran kepiting pedas.

Namun, karena ada krisis keuangan akhirnya mereka memutuskan untuk membuat sebuah mie instan dengan bumbu kepiting pedas yang biasa mereka gunakan pada restorannya. Butuh waktu cukup lama untuk menguleni mie nya karena ukurannya cukup besar.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: