banner 468x60 banner 468x60

Hukum Wanita Muslimah Dilarang Pakai Bra, Ini Dampaknya pada Tubuh

  • Bagikan
Ilustrasi bra. (Shutterstock/suara.com)
Ilustrasi bra. (Shutterstock/suara.com)

PONTIANAK, insidepontiana.com – Baru-baru ini heboh sebuah artikel tentang hukum wanita muslimah pakai bra oleh laman temanshalih.com. Ini pun lantas membuat jagat maya heboh.

Pasalnya dalam artikel tersebut dikatakan bahwa wanita tidak boleh mengenakan bra atau BH karena membuat bentuk payudara menjadi tampak.

Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Afifuddin Muhajir pun angkat bicara. Ia pun tetap mengimbau kepada para wanita untuk tetap memakainya karena dirasa kurang sempurna.

“Perempuan tanpa BH kurang sempurna. Pesan untuk perempuan muslimah, pakailah busana penutup aurat,” lanjut Afifuddin, dikutip Suara.com.

Terlepas dari hal ini, dalam segi kesehatan, tidak memakai bra justru membuat wanita mengalami beberapa efek samping. Salah satunya payudara kendur.

Ob-gyn Sherry Ross, MD, sekaligus penulis She-ology mengatkan bahwa fungsi bra adalah untuk menopang jaringan payudara serta melindungi payudara dari rasa sakit atau trauma akibat gerakan berlebih. Ini biasanya terjadi saat berolahraga.

Tetapi, dalam keseharian, tidak memakai bra juga bisa membuat payudara kendur.

“Jika Anda tidak mamakai bra, payudara akan melorot. Jika tidak ada penopang jangka panjang yang tepat, jaringan peyudara akan meregang dan menjadi kendur, terlepas dari ukuran payudara,” tutur Ross, dilansir Shape.

Namun, ahli bedah payudara dan profesor bedah di Rush University Medical Center, Chicago, Andrea Mandrigrano, MD, mengatakan bahwa efek kendur lebih mungkin terjadi berdasarkan kepadatan payudara.

“Jika mereka memiliki lebih banyak lemak daripada jaringan berserat (atau payudara besar), akan cenderung melorot, dan untuk wanita berpayudara kecil, tidak ada manfaat struktural dalam memakai bra,” ujar Mandrigrano.

Tetapi kedua ahli sepakat bahwa tidak memakai bra juga berpotensi menyebabkan rasa sakit. Efek paling cepatnya adalah rasa sakit tajam atau terbakar di daerah dada, nyeri hingga payudara sesak. Ini bisa ringan atau parah, berlangsung dari berjam-jam hingga berbulan-bulan.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: