banner 468x60 banner 468x60

Mobil Ambulans Infeksius Hibah Pemprov Kalbar Diduga Bermasalah

  • Bagikan
Mobil Ambulans Infeksius hibah Pemprov Kalbar
Mobil Ambulans Infeksius hibah Pemprov Kalbar untuk rumah sakit di delapan kabupaten/kota. (Agus Wahyuni/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Mobil hibah ambulans sebanyak 12 unit dari Pemerintah Pemprov Kalbar yang dibagikan ke kabupaten/kota beberapa waktu lalu, diduga bermasalah. Kini, Kejaksaan Tinggi Kalbar tengah melakukan penyelidikan.

Sebab, ada temuan 6 dari 12 unit mobil ambulans, diduga tak sesuai standar ambulans infeksius penanganan Covid-19.

“Kami (Kejati) sedang menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan atau klarifikasi kepada pihak terkait,” kata Kasi C Intelejen Kejati Kalbar, Thoriq Mulahela, Senin (11/10/2021).

Kejati telah memeriksa sejumlah pihak terkait. Termasuk dua penyedia barang. Yakni, PT Ambulans Pintar, dan CV Cahaya Kurnia Mandiri. Tak hanya itu, Tim Kejati pun telah memeriksa beberapa unit ambulans yang diduga tak memenuhi standar spesifikasi, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Pengadaan Sarana dan Prasarana Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar tahun 2021.

Pengadaan 12 unit mobil ambulans infeksius berstandar Covid-19 dari Pemprov Kabar itu, dibagikan untuk rumah sakit di delapan kabupaten/kota. Di antaranya, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Melawi, Sekadau, Kota Pontianak dan satu unit untuk RSUD Soedarso.

Belakangan, penyedia barang, PT Ambulance Pintar Indonesia diduga menghilangkan sejumlah spesifikasi. Yang mestinya ada di enam unit mobil ambulans hibah tersebut.

Seperti, tidak ada pra-filter, filter HEPA, filter karbon, plasmawave, dan sinar uv yang dipasang tidak sesuai standar. Selain itu, enam ambulans juga tidak dipasang rigit servical collad dewasa, berupa karet busa dan plastik berkualitas. Bila dirinci, negara dirugikan sekitar Rp600 juta rupiah.

Insidepontianak.com berupaya mengkonfirmasi PT Ambulance Pintar Indonesai melalui nomor telepon yang tertera di proposal kontrak penawaran. Namun, nomor telepon itu tidak bisa dihubungi.

Berdasarkan data Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Pengadaan Sarana dan Prasarana Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, tertera anggaran pengadaan 12 unit mobil ambulans infeksius, bersumber dari APBD 2021. Nilainya Rp14,4 miliar atau setara Rp 1 miliar lebih, untuk satu unitnya.

Adapun spesifikasi penunjang ambulans karoseri tranportasi infectius air purifier system dilengkapi Hepa Filter dengan 5 tahap filterisasi:

Pertama, pra-filter. Berfungsi menyaring kotoran kasar (remah-remah, bulu binatang, debu, rambut, dll). Pemasangan pra-filter, agar masa pakai filter HEPA bisa lama.

Kedua, filter HEPA. Berfungsi menghentikan jamur, bakteri, virus, serbuk sari, partikel debu, mikro organisme dan alergen. Efisiensi filter minimal 99,97 persen.

Ketiga, filter karbon. Berfungsi menyerap bau tak sedap (termasuk asap tembakau) dan VOC (seperti benzena, formaldehida, dll).

Keempat, plasma wave ionizer. Berfungsi menghasilkan ion negatif. Agar bisa mengoptimalkan keseimbangan ion di udara, dan menghancurkan bakteri virus dan spora jamur di udara.

Kelima, udara di dalam filter akan di-UV untuk memaksimalkan mematikan bakteri, virus dan jamur  di udara.

Pengadaanya mobil dilakukan sejak Mei 2021, melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL).

Awalnya, pengadaan itu akan dilakukan lelang, berdasarkan perintah Inspektorat Kalimantan Barat. Berdasarkan petunjuk itu, Dinas Kesehatan lantas melalukan tender. Empat perusahaan ikuti lelang. Dua di antaranya, CV Cahaya Kurnia Mandiri dan PT Ambulance Pintar Indonesia.

Dalam perjalanan proses lelang, Dinas Kesehatan Kalbar, kemudian membatalkan. Mereka kembali mengalihkan mekanisme pengadaan dengan sistem PL. Alasannya, mempercepat penanganan Covid-19, sekaligus mempercepat penyerapan anggaran. Dasar hukum PL adalah Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

PL diberikan pada enam perusahaan. Namun, diperjalanan, dua perusahaan yang dipilih. Yakni, PT Ambulance Pintar Indonesia dan CV Cahaya Karunia Mandiri.

Kedua perusahaan ini melakukan kontrak pada 23 Agustus 2021. Kontrak itu, ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Horison selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan Direktur Utama CV Cahaya Kurnia Mandiri dan PT Ambulance Pintar Indonesia.

Mobil Ambulans Hibah Pemrov Kalbar
Fasilitas mobil ambulans infeksius hibah dari Pemprov Kalbar yang diterima kabupaten Bengkayang. (Baruna/Insidepontianak.com)

Ambulans Biasa

Menurut sumber Insidepontianak.com, enam dari 12 ambulans itu tak sesuai standar. Mereka tak dilengkapi pra-filter, filter HEPA, filter karbon, plasmawave, dan sinar uv yang dipasang tidak sesuai standar.

Selain itu, ambulans tersebut juga tidak dipasang rigit servical collad dewasa berupa karet busa dan plastik berkualitas.

“Saya tahu betul kondisi di dalamnya, dan terlihat kasat mata,” kata sumber Insidepontianak.com yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, proses PL juga dinilai bermasalah. Pasalnya, terdapat dua kontrak kerja di dalam satu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pengadaan mobil ambulans tersebut.

“Apakah tidak bermasalah, apabila dalam satu DIPA terdapat dua kontrak kerja. Ini harus diluruskan,” ujarnya.

Direktur RSU Yarsi Pontianak, Carlos menyebut telah menerima ambulans infeksius hibah Pemprov Kalbar. Namun, dia tidak mengetahui secara detail spesifikasinya.

“Spesifikasinya saya tidak tahu detail apa saja di dalamnya,” kata Carlos, Senin (11/10/2021).

Carlos memastikan, akan melakukan pengecekan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson enggan berkomentar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

“Saya tidak mau komentar soal ini,” ucapnya singkat di ujung telepon.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: