banner 468x60 banner 468x60

Perlawanan CU Lantang Tipo terhadap OJK

  • Bagikan
Grafis
Grafis. (Alimudin/Insidepontianak.com)

Credit Union (CU) Lantang Tipo diduga menabrak aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Koperasi simpan pinjam itu diketahui mengembangkan unit usaha lain. Yakni, asuransi dan transfer dana. Permasalahan ini sudah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar. Membuka jalur baru. CU perlu diawasi oleh negara.

Mencuatnya permasalahan adanya unit usaha lain dari CU Lantang Tipo, bermula dari pemanggilan sejumlah pengurus oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar, pekan lalu.

Pemanggilan itu terkait dugaan kegiatan asuransi dan transfer dana dari CU Lantang Tipo. Permasalahan dimulai dari sini.

Dalam akta pendirian, CU Lantang Tipo adalah Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM), dengan usaha koperasi simpan pinjam.

Berdasarkan profil koperasi, CU Lantang Tipo didirikan 2 Februari 1976, dengan 210.694 anggota, 667 karyawan, serta total aset capai Rp3,3 triliun lebih.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro menyatakan, Lembaga Keuangan Masyarakat (LPM) berbentuk badan hukum atau perseroan terbatas atau koperasi.

Pengawasannya diserahkan kepada pemerintah daerah, seperti gubernur, bupati atau wali kota atau badan usaha milik desa/kelurahan.

Sementara Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian, di dalamnya diatur bagaimana lembaga menghimpun simpanan, dan menyalurkan pinjaman kepada anggota dan non anggota. Dengan catatan, diberikan waktu tiga bulan harus sudah menjadi anggota.

Dalam perjalanan waktu, seiring dengan konvergensi teknologi, CU Lantang Tipo diduga membuka unit usaha lain, yakni mengelola dana premi asuransi. Masalahnya, usaha ini tak berizin.

“Faktanya, mereka melakukan kegiatan transaksi perbankan, transfer dana dan asuransi tanpa izin,” kata Kombes Pol Juda Nusa Putra, kepada Insidepontianak.com.

Atas dugaan pelanggaran itu, penyidik memeriksa sembilan saksi. Mereka di antaranya merupakan pengurus CU, ahli perbankan, dan satu ahli pidana.

Selama penyelidikan, kegiatan CU tetap terlaksana. Namun kegiatan transfer dananya berhenti. Simpan pinjam dan keanggotaan tetap berjalan.

Ditreskrimsus Polda Kalbar kemudian memberikan waktu pada CU Lantang Tipo, menyelesaikan pengurusan izin asuransi. Tujuannya, memberikan keamanan bagi seluruh nasabah. Sebab, tak sedikit kegiatan asuransi yang akhirnya bermasalah. Upaya penertiban itu sebagai langkah mencegah potensi terjadi masalah.

“Kalau sudah keluar izinnya, kita akan hentikan perkaranya,” ujarnya.

Sebenarnya, adanya usaha lain seperti premi asuransi tidak hanya dilakukan CU Lantang Tipo. Namun, CU Kelling Kumang juga diduga menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan asuransi milik negara. Tepatnya Jiwasraya.

Penelusuran Insidepontianak.com di mesin pencarian Google, terdapat jejak digital “Perjanjian Kerja Sama Jiwasraya dan Credit Union Kelingkumang” pada laman jiwasraya.co.id. Sayang, begitu di-clik, laman ini sudah tak bisa diakses. Diduga, pengelola sudah melakukan take down.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Gusti Akhmadiyah mengaku, tidak tahu ada aktivitas transfer dana dan asuransi oleh lembaga CU. Termasuk CU Lantang Tipo.

Dia berdalih, Dinas Koperasi hanya mengawasi transaksi simpan pinjam saja. Sementara CU Lantang Tipo, tak pernah menyampaikan melakukan pengembangan usaha di bidang asuransi dan transfer dana.

“Selama ini, kita tahu dia hanya koperasi simpan pinjam. Kita tidak mengawasi dan memeriksa itu (red, transfer dan asuransi). Mereka pun tidak buka itu,” kata dia.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa menyayangkan adanya pemanggilan pengurus CU oleh Polda Kalbar. Mengedepankan cara dialog dan mengayomi, setidaknya lebih diutamakan, daripada pendekatan keamanan dan hukum.

Karena, asuransi dijalankan CU Lantang Tipo hanya bagian dari pengembangan usaha. Tujuannya, semata melayani kebutuhan anggota.

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus minta kepolisian menjalankan tugasnya dengan baik. Sesuai ketentuan Undang-Undang.

“Saya mendoakan agar pihak kepolisian bisa melaksanakan tugas pokoknya: mengayomi, melindungi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum (UUD 1945, Pasal 30 ayat 4),” pesan Mgr Agustinus Agus dalam rilisnya.

Alasannya, CU Lantang Tipo bukan lembaga keuangan seperti perbankan. Tetapi sebuah koperasi yang dibentuk oleh Gereja Katolik, untuk bantu pemerintah membangun ekonomi masyarakat kecil. Melalui kegiatan simpan pinjam dengan semangat gotong-royong.

Rilis Pemeriksaan CU di Polda Kalbar
Direktur Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar, Kombes Pol Juda Nusa Putra didamping Kabid Humas, Kombes Pol Donny Charles Go, bersama Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin merilis hasil pemeriksaan Credit Union (CU) Lantang Tipo yang diduga melakukan pengembangan usaha asuransi tanpa izin, Jumat (8/10/2021). (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com)
Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: