banner 468x60 banner 468x60

Rencana PLTN di Bengkayang: Tak Hanya Perlu Kajian, tapi Proyeksi Jangka Panjang

  • Bagikan
Ilustrasi PLTN. apbi-icma.org
Ilustrasi PLTN. apbi-icma.org

PONTIANAK, insidepontianak.com – Hingga kini, proyek ambisius pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan lokasi di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat belum jelas, meskipun proyek itu masuk dalam strategis nasional.

Pro kontra pun terjadi. Begitu juga di kalangan pejabat Bengkayang.

Namun, pemerintah Bengkayang sigap dalam memadamkan pro kontra di lapangan.

Seperti pernyataan Wabup Bengkayang, Rizal yang meminta masyarakat jangan terlalu panik akan informasi beredar luas.

Rizal menekankan pentingnya PLTN sebagai pemenuhan kebutuhan listrik dan pelabuhan. Tak hanya itu, ia meyakinkan dampak terbaik adalah sektor ekonomi lokal.

“Sektor pertanian akan maju. Artinya, dampak yang yang diberikan banyak dan kompleks,” katanya, Selasa (12/10/2021).

Rizal mengingatkan agar masyarakat jangan terpancing isu yang beredar luas diluar. Ia optimis efek pembangunan atas rencana tersebut akan berdampak signifikan untuk daerah.

“Pasti akan terjadi signifikan. Baik itu dampak ekonomi dan sosial. Dan hal itu harus dicermati secara bersama-sama,” ujarnya.

Wabup pun meminta warga tak panik, apalagi khawatir akan rencana tersebut. Rizal mengklaim pembanguna tersebut tak akan sembaranan dan perencanaan jangka panjang untuk keberlangsungan lingkungan ke depan.

“Kalau bahan PLTN tersebut bocor, dampaknya itu tidak hanya Kabupaten Bengkayang, tetapi seluruh Indonesia. Dan pemerintah daerah serta Indonesia akan jelek Dimata dunia Internasional,” tegasnya.

Namun, tak demikian tanggapan para legislator Bengkayang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus,mengatakan rencana ini tak hanya belum jelas tapi tak pasti. Fakta pemilihan Kabupaten Bengkayang sebagai pusat pembangunan tak mengubah bahwa perlu ada kajian mendalam terkait soal itu.

“Tidak sembarangan. Proyek tersebut dapat dikaji mendalam. Sebelum pembangunan diberlangsungkan,”katanya, dikonfirmasi mengenai rencana pembangunan PLTN.

Hal itu dikatakannya, guna melihat urgensi dan dampak yang diberikan, sebelum dan sesudah dibangunnya PLTN baik dari segi lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Kajian analisis ilmiah harus dilakukan mendalam, terkait pembangunan PLTN tersebut di wilayah Kabupaten Bengkayang,” katanya.

Kajian Manfaat dan Dampak

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus berujar, pemerintah daerah harus punya prinsip take and give. Yaitu apa manfaat dan dampak yang diberikan untuk Kabupaten Bengkayang, setelah pembangunan dilakukan.

Ia tak ingin pembangunan tersebut dilakukan tanpa memberikan manfaat yang besar bagi pemerintah dan masyarakat sekitar.

Jadi, pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana mempersiapkan masyarakat yang di sekitar lokasi agar dapat di edukasi terkait dampak-dampak positif dan negatif atas pembangunan PLTN tersebut. Berkenaan dengan radiasi dan efek dari pembangkit tenaga nuklir tersebut bagi lingkungan.

“Manfaat bagi masyarakat apa. Nilai tawar apa, dan bagaimana dampak ke depan. Bukan rahasia umum jika resiko pembangunan PLTN tinggi,” ujarnya.

Jangan Memaksa

Masih menurut Esidorus. Pusat harusnya mendengar aspirasi masyarakat Bengkayang, terutama kalangan adat yang paling terdampak dan menolak keras.

”Jangan memaksa pembangunan. Agar dimasa mendatang tidak menimbulkan dampak dan permasalahan yang ada. Ini perlu proyeksi jangka panjangnya apa,” katanya.

Ini kata dia persoalan serius dan harus dibahas banyak pihak. Saat ini, Kkoordinasi yang dilakukan hanya sebatas seminar, hearing, kajian dan edukasi terkait dampak-dampak pembangunan dari pihak pengembang.

“Libatkan semua stakeholder, termasuk DPRD Kabupaten Bengkayang untuk mendengar pendapat dewan sebagai wakil rakyat,” ujarnya

Resiko Lingkungan dan Manusia

Hal sama juga diungkapkan Anggota DPRD Kalbar, Edy R Yacoub. Ia meminta pemerintah daerah tak hanya mengkaji ulang PLTN di Kabupaten Bengkayang tapi berfikir jangka panjang.
Dia khawatir akan menimbulkan resiko parah bagi lingkungan dan manusia.

“Oleh karena itu perlu dipertimbangkan dan dikaji kembali,” kata Edi R Yacoub.

Legislator Partai Golkar ini meminta pemerintah daerah melakukan kajian matang terhadap rencana tersebut. Sebab, biaya yang akan digelontorkan besar. Belum lagi, jika terjadi kebocoran dampaknya akan fatal.

“Apakah kita mampu membuat teknoilogi yang aman sehingga lingkungan tak terdampak, jika terjadi kebocoran?,”tanya dia.

Untuk itulah, solusi terbaik yang meski dilakukan adalah mengembangkan potensi alam yang lain. Apalagi, Kabupaten Bengkayang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi listrik. Misalnya saja potensi tenaga surya, uap, air terjun .

Disisi lain, kecendrungan Negara berkembang dan maju saat ini mulai meninggalkan pengembangan tenaga nuklir. “Jadi perlu dipertimbangkan lagi,”pungkasnya

Masyarakat Adat Tolak Tegas

Terus bagaimana tanggapan kalangan masyarakat ada terkait persolan ini. Menurut Biro Organisasi Kaderisasi Keanggotaan dan Staff Pemetaan (OKKSP) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Suparjo, pihaknya menolak rencana pembangunan PLTN di Kabupaten Bengkayang.

Dirinya menegaskan menolak rencana dan pembangunan PLTN. Apalagi, di Kota Bengkayang.

Dirinya menilai Indonesia, termasuk Kalimantan Barat tak ada yang aman dari bencana. Ini juga harus jadi pertimbangan matang.

Diklaim bahwa Kalimantan adalah lokasi yang aman untuk membangun PLTN di Indonesia. Tepatnya di Kalimantan Barat, Kabupaten Bengkayang. Tapi kata dia, Indonesia sebagai negara yang terletak di ring of fire dan Pasific rim, sangat rentan terhadap potensi bencana alam mulai dari gempa, tsunami, erupsi, gunung berapi, banjir, dan lain-lain.

“Siapa yang bisa menjamin kita aman akan bencana,” tanyanya.

Namun, pihaknya lebih mendukung pemerintah mengembangkan, dan menerapkan strategi keadilan energi berbasis kerakyatan, yang bertumpu pada sumber energi baru. Termasuk, tenaga mikrohidro yang berpotensi di Kabupaten Bengkayang untuk dijadikan pembangkit listrik.

“Itu lebih aman dan pastinya ramah lingkungan,” ucapnya. (Baruna/Andi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: