banner 468x60 banner 468x60

DPR Minta Polisi yang Banting Mahasiswa Saat Unjuk Rasa Disanksi

  • Bagikan
Polisi Banting Mahasiswa
Tangkapan layar polisi banting mahasiswa di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10/2021). (Suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Brigadir NP diproses walau sudah minta maaf kepada MFA selaku mahasiswa. NP merupakan anggota polisi yang membanting MFA dalam aksi unjuk rasa, pada Rabu, (13/10/2021).

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, proses di Propam harus terus berjalan. Demi penegakkam hukum dan pemberian sanksi yang sesuai dengan tingkat pelanggaran NP.

“Tapi kan perkara ini juga sudah ditangani oleh Propam. Sehingga kami serahkan soal penegakan hukum sanksi dan lain-lain oleh propam,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta dilansir dari Suara.com Kamis (14/10/2021).

Dasco meminta Polri juga memperbaiki standar prosedur dalam penanganan unjuk rasa. Hal itu guna mencegah berulangnya kejadian serupa yang dilakukan NP.

“Kami minta kepada jajaran kepolisian untuk kembali menyegarkan kepada aparat protap soal penanganan demo. Sehingga kami harapkan tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini,” pesan Dasco.

Minta Maaf

Sebelumnya, Brigadir NP meminta maaf terkait perilakunya yang membanting seorang mahasiswa yang terlibat unjuk rasa.

Permintaan maaf itu disampaikan dalam konferensi perss di Polres Tangerang, Rabu (13/10/2021). Ia juga mengklaim siap bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya terhadap Faris.

“Saya meminta maaf kepada Mas Fariz, atas perbuatan saya. Dan saya siap bertanggungjawab atas perbuatan saya. Sekali lagi, saya meminta maaf atas perbuatan saya, kepada keluarga,” kata NP.

Diketahui, NP merupakan polisi yang melakukan aksi ‘smackdown’ kepada MFA saat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang.

Aksi pembantingan mahasiswa itu terjadi saat mahasiswa menggelar aksi bertepatan dengan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, NP saat ini sedang menjalani pemeriksaan di internal polri. Menurut Wahyu, aksi NP hanya refek. Tidak ada niat untuk mencelakai.

“Saat ini (Oknum) tersebut telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Mabes Polri dan didampingi Propam Polda Banten,” katanya, kepada wartawan, Rabu 13 Oktober 2021.

Meski demikian, Wahyu menegaskan, polri tetap memproses oknum tersebut. Karena telah melakukan pengamanan di luar standar operasi prosedur (SOP).

“Pak Kapolda Banten secara tegas akan menindak personel yang melakukan pengamanan di luar SOP, dan sudah berjanji langsung kepada korban dan keluarga korban,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga meminta maaf atas tidakan yang dilakukana anggotanya. NP juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban dan keluarga korban.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: