banner 468x60 banner 468x60

Hutan Adat Dibabat, DAD Sambas Ancam Dirikan Adat Ngarumaya

  • Bagikan
Pemuda Dusun Pelanjau
Puluhan pemuda Dusun Pelanjau meninjau lokasi pembabatan hutan adat beberapa waktu lalu. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com -Masalah pembabatan hutan adat di Dusun Pelanjau, Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, telah diadukan kepada Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sambas.

Ketua DAD Kabupaten Sambas, Bonefasius mendesak pemerintah daerah khususnya Forkopimcam Kecamatan Tebas mengusut tuntas masalah pembabatan hutan adat hak ulayat masyarakat Dayak Dusun Pelanjau tersebut.

Boni sapaannya mengatakan, setelah diskusi dengan Kepala Dusun Pelanjau, Leonardus Joko, bahwa lokasi yang dibabat oleh oknum tidak bertanggungjawab tersebut jelas berada di wilayah Desa Bukit Segoler, bukan Desa Selakau Tua.

Dia pun mengancam, jika pemerintah daerah tidak menggubris laporan masyarakat Dusun Pelanjau, maka DAD Kabupaten Sambas akan memasang portal lengkap dengan tempayan adat dan mendirikan adat Ngarumaya.

“Peta wilayah sudah membuktikan bahwa lokasi yang digarap itu masuk ke wilayah Desa Bukit Segoler. Saya minta Forkopimcam segera turun tangan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak kita akan pasang adat portal dan Ngarumaya,” katanya.

Adat Ngarumaya sendiri adalah hukum atau sanksi adat kepada orang yang masuk ke wilayah adat orang lain dan melakukan pengrusakan seperti perusakan hutan dan lain-lain.

Boni juga dengan tegas meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembabatan hutan di Dusun Pelanjau. Oknum yang telah melakukan ilegal logging dengan menggunakan alat berat bahkan membangun sawmill harus ditangkap.

“Kami juga minta pemerintah daerah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang lokasi dan luas wilayah hutan adat suku Dayak di Sambas,” tutupnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: