banner 468x60 banner 468x60

Sereal, Sarapan Paling Populer tapi Pilihan Buruk untuk Kesehatan

  • Bagikan
Makan sereal dan susu (Pixabay/ponce_photography)
Makan sereal dan susu (Pixabay/ponce_photography/suara.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Memulai hari tak lengkap rasanya tanpa sarapan. Mengisi perut dengan sarapan di pagi hari akan membuat seseorang lebih berenergi sepanjang hari. Namun demikian, jangan sembarang memilih menu sarapan.

Sebab studi tahun 2018 menemukan bahwa sangat buruk untuk makan sarapan yang tidak sehat ketimbang tidak sarapan sama sekali.

Contohnya salah satu menu sarapan yang paling populer, yakni sereal, justru menjadi pilihan buruk.

Dilansir dari Eat This, dikutip Suara.com, sereal biasanya sarat dengan tambahan gula namun rendah nutrisi penting.

Monique Tello, MD, MPH mengatakan kepada Harvard Health Publishing bahwa pilihan sarapan seperti sereal, muffin, dan bagel dapat berdampak negatif pada kadar gula darah dan insulin.

“Insulin dengan mudah mengantarkan semua gula itu ke dalam sel-sel lemak Anda, di mana ia menjadi energi yang tersimpan, juga dikenal sebagai lemak tubuh,” jelas Tello.

Gula tambahan tidak hanya menyebabkan penambahan berat badan, peningkatan risiko diabetes, dan tingkat tekanan darah yang lebih tinggi, tetapi jumlah gula yang lebih besar di pagi hari ini dapat memiliki efek yang bertahan lama sepanjang hari.

Dalam ulasan yang terbit di The Journal of Physiology tentang hubungan antara kesehatan otak dan diet penuh gula tambahan, menemukan bahwa makan gula dalam jumlah yang lebih tinggi dengan jumlah lemak sehat yang lebih rendah sebenarnya dapat menyebabkan fungsi kognitif yang lebih rendah.

Di sisi lain, karbohidrat olahan dengan banyak tambahan gula seperti sereal akan membuat Anda merasa lebih lapar sepanjang hari.

Menurut Harvard School of Public Health , ketika Anda makan makanan yang lebih tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan, tubuh Anda menyimpannya sebagai lemak dengan sangat cepat.

Mereka menemukan bahwa jenis makanan ini tidak hanya menyebabkan penambahan berat badan, tetapi juga berkontribusi pada lebih banyak kelesuan dan peningkatan rasa lapar dan mengidam.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: