banner 468x60 banner 468x60

Warga Binaan Lapas Perempuan Pontianak Hasilkan Kerajinan Tangan Menawan

  • Bagikan
Kerajinan Warga Binaan Lapas Perempuan Pontianak
Baju adat dayak dengan corak merah dan kuning buatan warga binaan Lapas Perempuan Kelas II Pontianak. Produk kerjinan itu kini mulai dipasarkan secara online. (Ist)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Baju adat dayak dengan corak warna merah dan kuning buatan warga binaan Lapas Perempuan Kelas II Pontianak, kini mulai dipasarkan secara online. Kulaitasnya dijamin mantap. Cantik dan menawan. Tak kalah dengan kualitas hasil produksi industri yang dijual di pasar-pasar.

Karya itu jadi bukti pengembangan keterampilan yang dilakukan Lapas Perempuan kepada warga binaannya berjalan baik. Di sana, warga binaan dilatih memproduksi banyak kerajinan tangan dan produk jahitan, serta olahan makanan seperti kue tradisional dan bakery. Hasil produksi warga binaan ini didapat setelah diberikan berbagai pelatihan.

“Pelatihan ini, menjadi bekal warga binaan jika sudah kembali di masyarakat,” kata Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Kalbar, Zulzaeni Mansyur, Kamis (14/10/2021).

Selain kerajinan tangan dan kue, warga binaan juga mampu memproduksi sprei dan bedcover custom atau sesuai keinginan konsumen. Harga yang ditawarkan pun terjangkau.

Sebagian besar, hasil produksi ini dijual secara online. Dapat dilihat di Instagram @lapertiproject. Untuk pembelian, bisa melalui Instagram dan WhatsApp. Melalui nomor 0898-3206-518 atau 0821-5602-7557.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak, Astuti Setiawati mengatakan, inovasi yang dilaksanakan tak lepas dari dukungan Kalapas Jaleha Khairan Noor.

“Ini merupakan komitmen Lapas Perempuan Pontianak menciptakan produk unggulan karya warga binaan,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: