banner 468x60

Kasus PIBI Center Mangkrak, Polres Bengkayang Segera Tetapkan Tersangka

  • Bagikan
Kasatreskrim Polres Bengkayang, AKP Antonius Trias Kuncorojati. dok
Kasatreskrim Polres Bengkayang, AKP Antonius Trias Kuncorojati. dok

BENGKAYANG, Insidepontianak.com – Polres Bengkayang dalam waktu dekat ini akan menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah proyek pembangunan PIBI Center yang mangkrak.

Pembangunan PIBI Center berada di Jalan Bambang Ismoyo, Kelurahan Bumi Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

“Dalam waktu dekat kita bakal ungkap penetapan tersangka,” kata Kasatreskrim AKP Antonius Trias Kuncorojati, Kamis (14/10/2021).

Kata Antonius, kasus tersebut masih terus bergulir. Saat ini, pihak penyidik dari Polres Bengkayang terus mendalami aliran dana yang keluar dengan nilai kerugian kurang lebih RP 1 Miliar.

Tambahnya, kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan. Sementara untuk pemeriksaan saksi masih terus dilakukan. Pemeriksaan ahli juga sudah yaitu kontruksi bangunan BPK RI.

“Pekan lalu ke BPK RI untuk pemeriksaan ahli. Setelah lengkap baru kita penetapan tersangka,” ucapnya.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu. Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang, berkomitmen untuk menuntaskan perkara kasus dugaan korupsi Dana Hibah Proyek Pembangunan PIBI Center yang Mangkrak.

Perkara ini pun kata Antonius masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Prosesnya dilakukan dengan hati-hati.

“Ini banyak melibatkan banyak pihak. Jadi, kehati-hatian sangat kita tekankan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, semua keterangan yang ada dan didapat pihak Kepolisian akan dilihat apakah kasus tersebut akan dilanjutkan. Sejauh ini, pemeriksaan bangunan belum selesai dilakukan, namun terlihat keanehan mengenai proses pengerjaan bangunan tersebut.

“Tinggal dilihat kasus tersebut, apakah layak dinaikan ke sidik atau tidak. Ketika sudah sidik, nanti kita akan tetapkan tersangkanya,” ucap Antonius.

Ia menambahkan, pihak Polres Bengkayang, komitmen menyelesaikan kasus ini. Sesuai dengan aturan yang berlaku, dan sesuai standar operasional prosedur yang ada.

“Sampai sejauh ini sudah hampir kelihatan. Tinggal diperiksa lebih tajam lagi keterkaitan aliran dana dengan calon tersangka,” tutupnya. (Baruna )

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: