banner 468x60

Cegah Kluster Baru saat PTM, Dewan Imbau Tak Lengah Terapkan Prokes

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus. dok

BENGKAYANG, Insidepontianak.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus mendukung upaya pemerintah dalam menyelenggarakan proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bengkayang.

Namun, dalam pelaksanaan tersebut, penerapan disiplin prokes untuk tak lengah dilakukan.

Kata Esi, saat ini situasi pandemi Covid-19 kian berangsur membaik, dan alami penurunan. Hingga sekarang Kabupaten Bengkayang masih berada dalam zona kuning, dan pembatasan kegiatan masyarakat berada pada level 2.

Situasi tersebut pula berdampak pada proses belajar mengajar di sektor pendidikan. Pasalnya, dengan berangsur membaik pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran tatap muka semakin banyak dilakukan masing-masing sekolah yang telah siap dan telah mengikuti prosedur ketentuan berlaku.

“PTM hampir menyeluruh dilakukan di sekolah, monitoring dan pengawasan satgas khusus maupun tingkat kecamatan harus ditingkatkan,” pungkasnya, Senin (18/10/2021).

Dirinya tak menginginkan, klaster Covid-19 di lingkungan sekolah akan terjadi. Untuk itu diimbaunya pihak terkait senantiasa melakukan pengawasan dengan maksimal. Serta para tenaga pengajar untuk tetap menjalankan prosedur PTM yang telah ditetapkan.

Sementara itu ditempat terpisah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Pinus Samsudin memastikan hampir semua sekolah di Kabupaten Bengkayang sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Namun, proses pembelajaran tatap muka tersebut masih bersifat terbatas mengikuti aturan Kemendikbud RI.

“Saat ini sudah berlangsung hampir dilakukan seluruh sekolah,” ucap Plt Kadisdikbud.

Dirinya menjelaskan, belajar tatap muka diberlakukan sejak dikeluarkannya aturan Kemendikbud RI sejak Bulan Juli 2021.

Namun, PTM tersebut masih bersifat terbatas. Khusus jenjang TK/Paud hanya diperbolehkan 30 persen di dalam kelas.

“Sementara itu, jenjang sekolah tatap muka bagi jenjang SD dan SMP hanya boleh melakukan tatap muka 50 persen,” paparnya.

Ia juga menambahkan, hingga saat ini proses belajar tatap muka sekolah di Kabupaten Bengkayang masih berlangsung aman dan lancar. Meskipun ada kejadian kasus konfirmasi Covid-19 di sekolah tertentu.

Namun, dapat teratasi karena tak menimbulkan klaster. Dan dilakukan pemberhentian sementara. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: