banner 468x60

Harisson Sebut Reparasi Enam Ambulans Hibah Rekomendasi Jaksa

  • Bagikan
Ambulans Pemprov Kalbar
Enam unit mobil ambulans hibah Pemprov Kalbar mendadak direparasi di toko aksesoris mobil Markas Audio, di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (17/10/2021). (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson membenarkan adanya reparasi enam unit ambulans hibah Pemprov Kalbar yang didatangkan PT Ambulans Pintar Indonesia (API) yang sebelumnya diduga bermasalah. Dia menyebut, reparasi itu dilakukan atas petunjuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat.

“Rekomendasi Kejati Kalbar enam ambulans transport infeksius yang diadakan oleh PT API, adalah melapisi plafon ambulans yang tadinya dilapisi bahan beludru diganti dengan lapisan bahan sintetis kulit,” kata Harisson, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, reparasi itu dilakukan agar memudahkan pembersihan plafon terhadap kemungkinan adanya virus atau bakteri yang menempel.

“Untuk itu, PT API melapisi plafon ambulans tersebut di salah satu tempat bengkel variasi mobil di Pontianak. Pengerjaannya selama dua hari. Hari Sabtu dan hari Minggu,” ucapnya.

Harisson mengatakan, selama pengerjaaan itu, aksesoris ambulans yang sudah ada, dilepas.

“Jadi tidak tepat kalau dikatakan bahwa mobil ambulans itu kosong,” ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai kontrak, masa pemeliharaan mobil ambulans ini, juga dilakukan selama 180 hari kalender.

“Jadi, PT API masih mempunyai tanggungjawab dalam pemeliharaan ambulans ini,” pungkasnya.

Sebagimana diketahui, enam ambulans direparasi di toko aksesoris mobil Markas Audio, di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota.

Dari pantuan di lapangan, lima di antara enam ambulans itu berjejer di halaman toko aksesoris Markas Audio. Sementara satu ambulans berada di pinggir jalan.

Beberapa pekerja aksesoris juga tampak sedang membenahi mobil ambulans. Dikabarkan, mereka sedang merombak ulang interior. Keenam mobil ambulans itu, didatangkan sejak Jumat (15/10/2021).

“Ada orang dinas yang antar ambulans ini. Mintanya dirapi-rapikan dan diberes-bereskan,” ujar pria yang mengaku pemilik usaha Markas Audio, Minggu (17/10/2021) malam.

Sementara itu, Diki seorang pekerja mengaku, mendapat tugas untuk memperbaiki alas plafon mobil. Sebab, sebelumnya alas plafon mobil ambulans masih menggunakan alas standar.

“Enam unit mobil yang datang ke sini, semuanya dalam kondisi yang sama. Minta plafon dilapisi kain,” beber Diki kepada wartawan.

Diki mengungkapkan, bahwa pekerjaan yang dilakukannya adalah menata ulang kembali interior keenam unit mobil ambulans.

“Di dalam mobil ambulans ini, kondisinya memang begini. Kosong,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, ambulans hibah Pemprov Kalbar itu belakangan berpolemik. Pasalnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, menemukan dugaan permasalahan dalam proses pengadaannya. Salah satunya adanya dugaan pengurangan spesifikasi terhadap enam unit ambulans.

“Kami (Kejati) sedang menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan atau klarifikasi kepada pihak terkait,” kata Kasi C Intelejen Kejati Kalbar, Thoriq Mulahela, Senin (11/10/2021).

Pengadaan 12 unit mobil ambulans infeksius berstandar Covid-19 Pemprov Kabar itu, dibagikan untuk rumah sakit di delapan kabupaten/kota pada Agustus lalu. Di antaranya, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Melawi, Sekadau, Kota Pontianak dan satu unit untuk RSUD Soedarso.

Berdasarkan dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK), Pengadaan Sarana dan Prasarana Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, tertera anggaran pengadaan 12 unit mobil ambulans infeksius, bersumber dari APBD Pemprov Kalbar tahun anggaran 2021. Nilainya Rp14,4 miliar, atau setara Rp1 miliar lebih, untuk satu unit ambulans.

Pelunasan pembelian harus dilakukan selama 30 hari masa kerja. Berdasarka KAK tersebtu, adapun spesifikasi penunjang ambulans karoseri tranportasi infectius air purifier system dilengkapi Hepa Filter dengan 5 tahap filterisasi:

Pertama, pra-filter. Berfungsi menyaring kotoran kasar (remah-remah, bulu binatang, debu, rambut, dll). Pemasangan pra-filter, agar masa pakai filter HEPA bisa lama.

Kedua, filter HEPA. Berfungsi menghentikan jamur, bakteri, virus, serbuk sari, partikel debu, mikro organisme dan alergen. Efisiensi filter minimal 99,97 persen.

Ketiga, filter karbon. Berfungsi menyerap bau tak sedap (termasuk asap tembakau) dan VOC (seperti benzena, formaldehida, dll).

Keempat, plasma wave ionizer. Berfungsi menghasilkan ion negatif. Agar bisa mengoptimalkan keseimbangan ion di udara, dan menghancurkan bakteri virus dan spora jamur di udara.

Kelima, udara di dalam filter akan di-UV untuk memaksimalkan mematikan bakteri, virus dan jamur  di udara.

Namun realisasinya, diduga enam dari 12 ambulans itu tak sesuai standar atau spek sebagaimana acuan KAK. Seperti, tidak ada pra-filter, filter HEPA, filter karbon, plasmawave, dan sinar uv yang dipasang tak sesuai standar.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: