banner 468x60

Pasca-Berpolemik, Enam Ambulans Infeksius Hibah Pemprov Kalbar Mendadak Direparasi

  • Bagikan
Ambulans Pemprov Kalbar
Enam unit mobil ambulans hibah Pemprov Kalbar mendadak direparasi di toko aksesoris mobil Markas Audio, di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (17/10/2021). (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Enam ambulans infeksius hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang diduga bermasalah mendadak direparasi. Sejumlah ambulans ditemukan di toko aksesoris mobil Markas Audio, di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (17/10/2021).

Padahal, ambulans ini sudah diserahkan ke sejumlah daerah pada Agustus 2021. Ambulans bermasalah ini pun tengah diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, lantaran ada dugaan pengurangan spesifikasi.

Dari pantuan di lapangan, lima di antara enam ambulans berjejer di halaman toko aksesoris Markas Audio. Sementara satu ambulans berada di tepi jalan.

Beberapa pekerja aksesoris juga tampak sedang membenahi mobil ambulans itu. Dikabarkan, mereka sedang merombak ulang interior. Keenam mobil ambulans itu, didatangkan sejak Jumat (15/10/2021).

“Ada orang dinas yang antar ambulans ini. Mintanya dirapi-rapikan dan diberes-bereskan,” ujar pria yang mengaku pemilik usaha Markas Audio, Minggu (17/10/2021) malam.

Sementara itu, Diki seorang pekerja mengaku, mendapat tugas untuk memperbaiki alas plafon mobil. Sebab, sebelumnya alas plafon mobil ambulans masih menggunakan alas standar.

“Enam unit mobil yang datang ke sini, semuanya dalam kondisi yang sama. Minta plafon dilapisi kain,” beber Diki kepada wartawan.

Diki mengungkapkan, bahwa pekerjaan yang dilakukannya adalah menata ulang kembali interior keenam unit mobil ambulans.

“Di dalam mobil ambulans ini, kondisinya memang begini. Kosong,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Kalbar tengah mendalami dugaan masalah pengadaan ambulans hibah Pemprov Kalbar ini.

Dugaan permasalahan itu mencuat setelah adanya pihak-pihak yang diperiksa untuk dilakukan klarifikasi oleh Kejati Kalbar, karena ada temuan 6 dari 12 unit mobil ambulans, diduga tak sesuai standar ambulans infeksius penanganan Covid-19.

“Kami (Kejati) sedang menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan atau klarifikasi kepada pihak terkait,” kata Kasi C Intelejen Kejati Kalbar, Thoriq Mulahela, Senin (11/10/2021).

Pengadaan 12 unit mobil ambulans infeksius berstandar Covid-19 Pemprov Kabar itu, dibagikan untuk rumah sakit di delapan kabupaten/kota pada Agustus lalu. Di antaranya, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Melawi, Sekadau, Kota Pontianak dan satu unit untuk RSUD Soedarso.

Seperti diketahui, berdasarkan dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK), Pengadaan Sarana dan Prasarana Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, tertera anggaran pengadaan 12 unit mobil ambulans infeksius, bersumber dari APBD Pemprov Kalbar tahun anggaran 2021.

Nilainya Rp14,4 miliar atau setara Rp1 miliar lebih, untuk satu unit ambulans. Pelunasan pembelian harus dilakukan selema 30 hari masa kerja.

Adapun spesifikasi penunjang ambulans karoseri tranportasi infectius air purifier system dilengkapi Hepa Filter dengan 5 tahap filterisasi:

Pertama, pra-filter. Berfungsi menyaring kotoran kasar (remah-remah, bulu binatang, debu, rambut, dll). Pemasangan pra-filter, agar masa pakai filter HEPA bisa lama.

Kedua, filter HEPA. Berfungsi menghentikan jamur, bakteri, virus, serbuk sari, partikel debu, mikro organisme dan alergen. Efisiensi filter minimal 99,97 persen.

Ketiga, filter karbon. Berfungsi menyerap bau tak sedap (termasuk asap tembakau) dan VOC (seperti benzena, formaldehida, dll).

Keempat, plasma wave ionizer. Berfungsi menghasilkan ion negatif. Agar bisa mengoptimalkan keseimbangan ion di udara, dan menghancurkan bakteri virus dan spora jamur di udara.

Kelima, udara di dalam filter akan di-UV untuk memaksimalkan mematikan bakteri, virus dan jamur  di udara.

Namun realisasinya, diduga enam dari 12 ambulans itu tak sesuai spek sebagaimana acuan KAK. Seperti, tidak ada pra-filter, filter HEPA, filter karbon, plasmawave, dan sinar uv yang dipasang tidak sesuai standar.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: