banner 468x60

Pemerintah Diminta Hapus Aplikasi Pinjol di Google Playstore dan Apple Appstore

  • Bagikan
Gus Muhaimin Iskandar
Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok. DPR/Suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah hapus aplikasi pinjaman online atau pinjol dari Google Playstore maupun di Apple Appstore. Sebab, Perusahaan fintech peer to peer lending ilegal, atau pinjaman online ilegal itu masih marak dan meresahkan masyarakat.

Karena itu, pemerintah harus segera memblokir alias memutus akses ribuan situs pinjaman online sebagai langkah pencegahan tindak kejahatan.

“Pemutusan akses platform fintech ilegal itu tidak cukup menyelesaikan masalah, saya kira aplikasinya juga harus dicabut, baik di Android maupun Apple. Karena walaupun sudah diblokir, masih saja muncul lagi selama masih ada di Google Playstore atau Apple Appstore,” ucap Gus Muhaimin di Jakarta, dilansir dari Suara.com, Senin (18/10/2021).

Untuk itu, Gus Muhaimin menyarankan agar pemerintah juga menghentikan keberadaan pinjol ilegal di hulu, yakni dengan memberikan notifikasi kepada Google Playstore dan Apple Appstore untuk segera menghapus aplikasi-aplikasi pinjol ilegal.

Bila notifikasi permintaan penghapusan itu tak kunjung ditanggapi, Gus Muhaimin meminta pemerintah perlu membuat kebijakan yang lebih tegas untuk penyedia platform.

“Karena kan itu jatuhnya pemilik toko aplikasi seperti Google dan Apple malah menjerumuskan pengguna untuk bisa mengunduh aplikasi pinjol ilegal,” ucapnya

Ketua Umum DPP PKB ini berpendapat, sejatinya kunci utama yang paling efektif untuk bisa memberantas fintech lending ilegal ialah dengan meningkatkan literasi kepada masyarakat tentang fintech lending ilegal.

Dia juga melihat, perkembangan kegiatan fintech lending ilegal sangat meresahkan. Karena di tengah pandemi Covid-19, masih ada penawaran pinjaman tanpa izin. Terlebih, para pelaku ini memanfaatkan kesulitan finansial masyarakat saat pandemi.

“Banyak yang melapor ke saya terkait pinjol ini. Saya kira, ini perlu disikapi lebih serius oleh pemerintah. Agar tak semakin melebar dampak negatifnya,” tukas Gus Muhaimin.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: