banner 468x60

Anak Habisi Ibu Kandung di Paloh Sambas, Kapolres: Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

  • Bagikan
Penangkapan Pelaku Pembunuhan di Paloh Sambas
Tangkapan layar video amatir warga bersama polisi saat menangkap pelaku pembunuhan di Desa Matang Danau, Paloh ditangkap, Selasa (19/10/2021). (Kolase/Insidepontianak.com).

SAMBAS, insidepontianak.com – AN, seorang anak yang menghabisi nyawa ibu kandungnya di Desa Matang Danau, Kecamatan Palo, Kabupaten Sambas, kini sudah diamankan aparat Polsek Paloh. Pelaku sudah ditahan, pascamendapatkan perawatan medis akibat luka tembak di kaki. Sebab, waktu hendak diringkus pelaku melakukan perlawanan.

“(Anak habisi ibunya itu) benar. Kasus ini sedang ditangani Polsek Paloh. Tersangka diduga mengalami gangguan jiwa,” kata Kapolres Sambas, AKBP Laba Meliala saat dikonfirmasi insidepontianak.com, Selasa (19/10/2021).

Sementara, salah satu kerabat pelaku yang enggan namanya ditulis mengatakan, pelaku memang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Buduk, beberapa tahun yang lalu.

“Untuk kronologi lengkap kejadian itu saya tidak tahu. Saya hanya disuruh melihat kondisi AN di rumah sakit.  Dulu, memang dia pernah dirawat di RSJ Buduk. Tapi sudah keluar. Sekitar tujuh tahun lalu,” katanya kepada insidepontianak.com.

Menurut orang ini, setelah keluar dari RSJ, pelaku kerap diajak warga untuk mengambil upah bekerja. Seperti menebas di kebun. Bahkan pelaku pernah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

“AN katanya mengabisi ibunya dengan parang. Selama ini, dia memang tinggal dengan ibunya. Sementara ayahnya sudah meninggal,” ucapnya.

Kabar yang beredar menyebutkan, akibat ulah pelaku, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Salah satunya adalah ibu kandungnya. Sementara dua orang lagi menderita luka-luka.

Sebelumnya diberitakan, seorang anak laki-laki tega menghabisi nyawa orang tuanya sendiri di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar, Selasa (19/10/2021).

Selain orang tuanya sendiri, pria tersebut juga membunuh kerabat lainnya yang melerai perkelahian mereka. Peristiwa tersebut sontak membuat gempar warga setempat.

“Jadi korbannya ada dua orang yang meninggal dunia,” kata Adi, warga Paloh saat diwawancarai insidepontianak.com melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan, selain dua orang yang meninggal tersebut, ada dua orang korban lainnya yang luka-luka saat berusaha menangkap pelaku.

Melihat peristiwa nahas tersebut sampai memakan korban jiwa, warga langsung meminta bantuan kepolisian untuk menangkap pelaku. Karena pelaku tidak kooperatif saat diamankan kepolisian. Dia terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Dari video berdurasi 1 menit 8 detik yang diterima insidepontianak.com, tampak seorang pelaku dengan luka ditubuhnya sedang ditangkap polisi dan warga setempat. Dia di ikat dan digotong ramai-ramai.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menjelaskan secara rinci kronologi peristiwa pembunuhan tersebut.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: