banner 468x60

Kejati Kalbar Pastikan Tak Pernah Berikan Rekomendasi Reparasi Ambulans

  • Bagikan
Kajati Kalbar, Masyhudi
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat memastikan tak pernah memberi rekomendasi kepada penyedia dan Dinas Kesehatan Kalbar untuk melaksanakan reparasi enam ambulans yang diadakan PT Ambulans Pintar Indonesia (API).

“Tidak ada itu. Siapa yang ngomong jaksa memberi rekomendasi? Kejaksaan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi (reparasi),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Mashyudi, kepada awak media, Selasa (19/10/2021).

Dia mempertanyakan bukti jaksa memberi rekomendasi. Sebab, yang dilakukan kejaksaan hanya menyarankan untuk dilakukan post audit dalam pengadaan belasan ambulans.

Kasus ini pun ditangani kejaksaan, setelah pihaknya menerima laporan dari elemen masyarakat. Selanjutnya dilakukan klarifikasi.

“Sesuai ketentuan UU yang sifatnya laporan sebelum dilakukan APH, maka yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Inspektorat,” jelasnya.

Masyhudi memastikan, pihaknya tidak akan menghambat pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan Covid-19.

“Yang kita lakukan supaya pelayanan masyarakat terutama Covid-19 berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson membenarkan adanya reparasi enam unit ambulans yang didatangkan PT Ambulans Pintar Indonesia (API) yang sebelumnya diduga tak sesuai spek atau pesanan.

“Rekomendasi Kejati Kalbar enam ambulans transport infeksius yang diadakan oleh PT API adalah melapisi plafon ambulans yang tadinya dilapisi bahan beludru, diganti dengan lapisan bahan sintetis kulit,” kata Harisson, Senin (18/10/2021).

Reparasi itu dilakukan, agar memudahkan pembersihan plafon terhadap kemungkinan adanya virus atau bakteri yang menempel di plafon mobil tersebut.

“Untuk itu, PT API melapisi plafon ambulans tersebut di bengkel variasi mobil di Pontianak. Pengerjaannya selama 2 hari, Sabtu dan Minggu,” kata Harisson.

Harisson mengatakan, selama pengerjaaan itu, aksesoris ambulans yang sudah ada dilepas.

“Jadi tidak tepat kalau dikatakan bahwa mobil ambulance itu kosong,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: