banner 468x60

Baru 4 Bulan Jabat Bupati Kuansing, Andi Putra Terseret OTT KPK

  • Bagikan
Bupati Kuantan Singingi Andi Putra meninggalkan Mapolda Riau usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekanbaru, Riau, Selasa (19/10/2021). (Antara)

RIAU, insidepontianak.com – Bupati Kuasing Andi Putra bersama 7 orang lainnya terseret Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (18/10/2021) malam. Mereka kemudian diperiksa di Mapolda Riau hingga Selasa (19/10/2021).

OTT tersebut jadi perhatian lantaran Bupati Kuansing Andi Putra baru menjabat sekitar empat bulan. Diketahui, ia bersama pasangannya Wakil Bupati Kuansing, Suhardiman Amby dilantik pada 2 Juni yang lalu.

Bupati Andi Putra ditetapkan tersangka bersama pihak swasta yang merupakan General Manager PT Adimulia Agrolestari bernama Sudarso.

KPK menetapkan tersangka keduanya terkait kasus dugaan suap perizinan Hak Guna Usaha (HGU) kebun sawit di Kuansing. Andi Putra diduga meminta Rp 2 miliar atas pengurusan izin tersebut.

Sebelumnya Kuasa Hukum Andi Putra, Dodi Fernando mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait pemeriksaan Bupati Kuansing tersebut.

“Kami belum bisa komentar apapun sebelum ini selesai,” kata dia ditemui di Mapolda Riau, Selasa (19/10/2021) dikutip dari Suara.com.

Dodi menyebut, hingga kini dirinya belum mengetahui bagaimana keadaan orang nomor satu di Kabupaten Kuansing tersebut.

Sementara itu, operasi senyap lembaga antirasuah itu terkait dugaan suap perizinan perkebunan.

Selain Bupati, KPK juga mengamankan 7 orang lainnya dalam giat tangkap tangan di Riau tersebut.

“Informasi yang kami peroleh terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah terkait dengan perijinan perkebunan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (**)

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: