banner 468x60

Nelayan Bengkayang Diimbau Bentuk Kelompok Nelayan dan Koperasi

  • Bagikan
Salah satu nelayan pesisir saat melaut di daerah pesisir Kabupaten Bengkayang. Rabu (20/10/2021). Ist
Salah satu nelayan pesisir saat melaut di daerah pesisir Kabupaten Bengkayang. Rabu (20/10/2021). Ist

BENGKAYANG, Insidepontianak.com – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis mengimbau kepada para nelayan pesisir Bengkayang membentuk koperasi dan kelompok nelayan.

Hal tersebut guna memudahkan pemberdayaan, pembinaan serta bantuan oleh pihak pemerintah.

Dikatakan Bupati Darwis, selama ini para nelayan di Kabupaten Bengkayang kurang mendapat perhatian. Padahal, wilayah Kabupaten Bengkayang termasuk daerah yang punya area laut. Potensi ikan sangat memadai.

“Selama ini nelayan kita tertinggal dan kurang pembinaan,” ucapnya, Rabu (20/10/2021).

Untuk itu, Bupati Bengkayang tersebut berpesan agar para nelayan daerah pesisir Bengkayang dapat membentuk kelompok nelayan dan koperasi.

Ucapnya, wadah tersebut nantinya para nelayan akan mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Baik program pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Tambahnya, dengan bantuan tersebut. Kedepan, para nelayan akan dapat dibina, diberdayakan, serta dapat diakomodir.

“Yang jelas sarana prasarana akan didapat, agar bisa digunakan dalam peningkatan pendapatan nelayan,” paparnya.

Bupati Darwis juga berharap, khususnya sektor perikanan di Kabupaten Bengkayang dapat berkembang dan meningkatkan, agar pendapatan daerah melalui sektor perikan dapat bertambah, serta para nelayan dapat memaksimalkan potensi laut yang telah tersedia.

Sebelumnya, salah satu nelayan dan pemilik kapal laut daerah pesisir Bengkayang, Rollex Connery mengharapkan perhatian dan pembinaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang. Pasalnya, dikala pandemi Covid-19 ditambah cuaca ekstrem, aktivitas melaut sangat terbatas, dan daya beli menurun dari masyarakat.

“Menjadi nelayan sakit-sakit enak. Sakitnya mengalami kerugian. Dan enaknya apabila melaut ada hasil,” terang Rollex.

Ia memaparkan, untuk melaut perlu biaya besar. Dan untuk melaut sendiri bergantung pada musim. Para nelayan bisa berbulan-bulan tak melaut karena cuaca. Dan tak bisa melaut dalam jarak jauh, karena keterbatasan alat.

Selain itu juga kata dia, dikala pandemi covid-19, menambah beban nelayan. Selain cost yang besar. Juga daya beli yang menurun dari masyarakat.

“Nelayan juga sudah mendapatkan BBM solar subsidi untuk melaut, selain itu ketersediaan batu es juga semakin tipis pasokannya,” keluhnya.

Tak hanya itu, beberapa pelaut juga mesti setor pajak untuk pemerintah. Sementara feedbacknya tidak ada. Ketika di laut juga kadang ada razia dokumen kapal untuk nelayan.

Rollex berharap, kedepan ada solusi dari pemerintah daerah. Baik itu pembinaan, pendampingan, serta bantuan.

“Kalaulah diarahkan untuk budidaya ikan. Pelatihan dan program tersebut dapat dijalankan. Selama ini nelayan justru belajar sesama nelayan,” tutupnya. (Baruna)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: