banner 468x60

Presiden Jokowi Sebut Indonesia Dapat Untung dari Krisis Energi Melanda Dunia

  • Bagikan
Pres. suara.comiden Jokowi
Presiden Jokowi. suara.com

JAKARTA, insidepontianak.com – Krisis Energi melanda sejumlah negara karena melonjaknya harga gas alam dunia. Meski membuat sejumlah negara pusing, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru menyebut Indonesia malah untung atas situasi tersebut.

Jokowi mengatakan, imbas dari terjadinya krisis energi tersebut, harga komoditas di dalam negeri malah naik. Ia menyinggung daerah-daerah yang memiliki pasar komoditas seperti kelapa sawit, batubara hingga nikel akan senang karena mendapatkan efek positif dari krisis energi tersebut.

“Akhir-akhir ini mulai terjadi di beberapa negara, di Eropa, di China krisis energi yang semuanya enggak duga. Tapi kita diuntungkan karena harga komoditas naik, saya kira daerah yang memiliki kelapa sawit, yang memiliki batubara senang semuanya, atau yang memilliki nikel atau yang memiliki tembaga semuanya senang, karena ekonomi di daerah penghasil komoditas itu pasti akan merangkak naik, insyaallah akan merangkak naik,” kata Jokowi saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, dilansir dari Suara.com, Rabu (20/10/2021).

Dengan adanya Apkasi Otonomi Expo 2021, Jokowi berharap ajang itu dimanfaatkan daerah untuk menjadi saling tahu, saling bekerjasama memperkuat perdagangan sekaligus memperkuat ekspor ke negara-negara lain. Bukan hanya ekspor, ia juga meminta agar daerah dapat menguasai pasar dalam negeri yang potensinya tidak kalah besar.

“Karena jumlah penduduk kita 270 juta dan kelas menengahnya bertumbuh sangat pesat. Ini yang harus menjadi peluang untuk memperkuat industri dalam negeri, jangan sampai pasar yang besar ini diambil produk-produk negara lain,” ujarnya.

Melalui Apkasi Otonomi Expo 2021 juga Jokowi mengharapkan adanya diskusi untuk memperkuat perdagangan antar daerah, antar kabupaten ataupun antar provinsi. Menurutnya perdagangan antar daerah itu harus terus dikembangkan dan setiap daerahnya itu diharapkan Jokowi bisa fokus pada produk unggulannya.

Ia tidak mau kalau setiap daerah itu malah bersikap latah, di mana ketika ada satu daerah yang menanam karet kemudian menghasilkan, lantas daerah lain ikut juga menanam karet.

Meski dianggap baik dari perspektif keuntungan, tapi kalau misalkan sedang merugi maka akan berdampak pada banyak daerah yang melakukan penanaman serupa.

“Kita ini kan senengnya latah. Karet ramai semua nanam karet, sawit ramai semua nanam sawit, karet ambruk, semuanya juga ambruk. Karet harganya jatuh, semuanya ikut jatuh, jangan seperti itu,” ucapnya.

“Sekali lagi setiap daerah harus fokus pada produk unggulannya sehingga bisa saling menopang bisa saling mengisi, bisa saling melengkapi dalam value change nasional kita.” katanya. (**)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: