banner 468x60

Bentrok Dua Perguruan Silat Maut, Tiga Pendekar Luka Parah di Lamongan

  • Bagikan
Bentrok pendekar Pagar Nusa di Lamongan [Foto: Beritajatim]
Bentrok pendekar Pagar Nusa di Lamongan [Foto: Beritajatim/suara.com]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Bentrok antar perguruan silat pecah di Lamongan. Perkelahian ini terjadi tepat saat perguruan Pagar Nusa (PN) melakukan pengesahan di Lamongan, Rabu (20/10/2021).

Tiga pendekar mengalami luka serius pada muka dan kepalanya. Tiga pendekar ini terindikasi berasal dari PN. Bentrok ini terjadi antara perguruan silat vs warga yang diduga diprovokasi oleh perguruan lain.

Insiden ini terjadi sekitar kawasan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Hal ini dikatakan Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana.

Menurut dia, ketiga korban mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah dan kepalanya.

“Ya, ada 3 korban yang mengalami luka. Dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Karanggeneng,” ujarnya, seperti dikutip suara.com, Rabu (20/10/2021) malam.

Terkait identitas para korban yang mengalami luka parah ini di antaranya berinisial AH, SA, dan NR.

Untuk kronologisnya, insiden ini bermula saat diselenggarakannya pengesahan warga baru perguruan silat Pagar Nusa sekitar pukul 13.00 WIB. Saat pengesahan berlangsung, tampak acara berjalan dengan lancar dan kondusif, serta dalam pengawalan ketat Polres Lamongan.

Namun, menurut AKBP Miko, sekitar pukul 14.00 WIB, polisi mendapat laporan bahwa ada rombongan konvoi dari warga yang hendak menuju ke lokasi acara pengesahan.

Tak berselang lama, petugas kepolisian bergegas untuk melakukan penyekatan terhadap rombongan konvoi agar mereka kembali ke daerah masing-masing.

“Informasinya, para penggembira (warga yang konvoi) itu datang dari luar daerah, yaitu Mojokerto, Bojonegoro dan Lamongan,” katanya.

Nahas, bentrokan tersebut lebih dulu pecah. Disinyalir, ada sejumlah oknum yang sengaja melakukan upaya provokasi. “Dari gesekan itu, akhirnya ada tiga korban. Dua di antaranya berasal dari Lamongan dan seorang korban dari Gresik,” kata AKBP Miko.

Mengetahui adanya bentrokan tersebut, Polisi lalu bergerak cepat untuk mengurai dan mendorong mundur para warga yang melakukan konvoi tersebut hingga ke perbatasan Bojonegoro dan Gresik.

AKBP Miko menambahkan, petugas berhasil menjaring 6 (enam) pemuda peserta konvoi yang diketahui sedang melakukan upaya provokasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, kemudian dilakukan pendekatan dan diberikan pemahaman.

“Sampai malam ini, polisi belum menentukan tersangka,” katanya menegaskan.

Kendati demikian, AKBP Miko akan memastikan untuk segera memburu dan mencari tersangka yang terlibat dalam insiden bentrokan yang terjadi. “Ini pekerjaan Polres untuk mencari siapa pelakunya,” ujarnya.

Sembari mendalami kasus ini, Polres juga mengaku sedang melakukan konsolidasi dan koordinasi terhadap para pengurus perguruan, mulai dari ranting hingga cabang. Hal ini dilakukan agar tidak terprovokasi dengan adanya kejadian ini.

Kabar terakhir hngga malam ini, AKBP Miko mengabarkan, jika kondisi sudah kembali aman dan kondusif. Bahkan, Polres Lamongan juga menggelar patroli skala besar bekerjasama dengan Polres jajaran tetangga, seperti Gresik, Bojonegoro dan Mojokerto. Pihaknya berharap, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan kejadian ini.

“Polisi saat ini juga turun melakukan lidik, Satreskrim bersama Polsek. Percayakan sama polisi,” katanya.

Sebelumnya, di waktu bersamaan, tidak jauh dari lokasi bentrokan sedang terjadi pengesahan perguruan Pagar Nusa (PN) Pondok Pesantren Roudlotul Muta’abbidin Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan, Rabu (20/10/2021). Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir dalam acara itu.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: