banner 468x60

Hutan Adat Desa Bukit Segoler Dibabat, Pemda Sambas Turun Tangan

  • Bagikan
Pertemuan Tim TAPEM Pemda Sambas dan Pemdes Bukit Segoler
Pertemuan Tim TAPEM Pemda Sambas dan Pemdes Bukit Segoler membahas masalah pembabatan hutan adat di Dusun Pelanjau, Kamis (21/10/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Masalah pembabatan ratusan hektare hutan adat di Dusun Pelanjau, Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab, kini sudah direspon Pemerintah Kabupaten Sambas. Dua orang perwakilan bagian Tata Pemerintahan (TAPEM) Pemerintah Kabupaten Sambas, turun langsung ke Desa Bukit Segoler untuk melakukan penelusuran, Kamis (21/10/2021).

Kepala Dusun Pelanjau, Leonardus Joko kepada insidepontianak.com mengatakan, kedatangan Tim TAPEM tersebut untuk menggali informasi dan titik koordinat hutan yang dibabat, untuk dijadikan perkebunan sawit oleh oknum tidak bertanggungjawab tersebut.

“Pertemuan hari ini dengan Tim TAPEM Pemda diwakili Pak Teguh, dilakukan di Kantor Desa Bukit Segoler. Di situ hadir juga Pak Khalid Kades Bukit Segoler, Pak Fitrianus Anton selaku Sekdes, saya sendiri Kadus Pelanjau, Ketua Adat Dusun Pelanjau, Pak Ignasius Mito, dan Wakil Ketua BPD, Pak Marius Uci Bancar,” ucap Leonardus.

Dia berharap, kedatangan Tim TAPEM tersebut membawa harapan baik bagi masyarakat adat Dusun Pelanjau. Dia tak ingin pemerintah daerah menyepelekan persoalan ini. Karena hutan adat yang dibabat itu, merupakan hak ulayat masyarakat dayak Dusun Pelanjau.

“Semenjak persoalan ini mencuat, dan kita sudah melapor ke pemerintah tingkat atas, sudah dua pekan belum ada mediasi sama sekali dengan pihak yang menggarap hutan produksi tersebut. Jangan bertele-tele. Karena saya khawatir masyarakat Dusun Pelanjau melakukan gerakan susulan di lokasi tersebut,” pesannya.

Leonardus memastikan, berdasarkan titik koordinat yang diambil Tim TAPEM hari ini, lokasi yang dibabat, jelas berada di wilayah Dusun Pelanjau, Desa Bukit Segoler, yang mana statusnya adalah hutan produksi dan hutan adat masyarakat dayak Dusun Pelanjau.

“Untuk tapal batas sebenarnya tidak ada masalah. Lokasi yang dibabat itu jelas berada di wilayah Desa Bukit Segoler,” tegasnya.

Titik koordinat lokasi hutan adat
Titik koordinat lokasi hutan adat yang digarap untuk dijadikan kebun sawit oleh oknum tidak bertanggungjawab di Dusun Pelanjau, Desa Bukit Sigoler, Sambas. (Ist)

Kepala Desa Bukit Segoler, Khalid H Sabli mengungkapkan, hutan adat yang dibabat itu, diduga digarap oleh oknum warga Desa Selakau Tua.

Menurutnya, kedatangan Tim TAPEM Pemda Sambas ke Desa Bukit Segoler dalam rangka mengambil titik koordinat di lokasi yang dimaksud, sebagai bahan untuk dibahas bersama dalam rapat internal.

“Tim TAPEM sudah mengambil titik koordinat terhadap lokasi ini. Katanya, besok mereka akan melakukan rapat internal di Kantor Bupati Sambas bersama dengan pihak terkait. Seperti Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan lain-lain,” tutur Khalid.

Dia menyebut, pada Rabu 13 Oktober 2021, KPH juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Mereka juga meminta sejumlah informasi ke pihak desa sebagai bahan acuan.

Teguh, mewakili Bagian TAPEM Pemda Sambas yang turun ke Desa Bukit Segoler membenarkan tujuan mereka guna mencari informasi titik koordinat lokasi pembabatan hutan di Dusun Pelanjau.

Informasi yang diperoleh oleh Tim TAPEM, akan disampaikan ke Kepala Bagian TAPEM Kabupaten Sambas, Deddy Zulkarnain dan Sekda Kabupaten Sambas, Ferry Madagasakar.

“Kita tunggu arahan dari pimpinan untuk tindaklanjut masalah ini,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: