banner 468x60

Ngadu ke DPRD, Ketua PGRI: Dari TPP Guru hingga Gaji Honorer di Bawah UMR

  • Bagikan
Ilustrasi - Sejumlah pelajar madrasah mengikuti proses belajar mengajar di dalam ruang kelas. [Antara/suara.com]
Ilustrasi - Sejumlah pelajar madrasah mengikuti proses belajar mengajar di dalam ruang kelas. [Antara/suara.com]

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Ketua PGRI Kayong Utara, Juhriansyah, mengatakan persoalan tenaga pengajar masih banyak yang jadi pekerjaan rumh pemerintah setempat.

Ini yang menjadi agenda utama PGRI Kayong Utara saat beraudensi bersama DPRD Kayong Utara beberapa waktu lalu.

“Adanya keluhan para guru, baik yang PNS, guru honorer dan teman – teman kepala sekolah,” ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Teluk Melano, Juhriansyah, saat dihubungi, Kamis (21/10/2021).

Beberapa poin keluhan yang disampaikan pihak PGRI Kayong Utara ini, seperti hilangnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi kepala Sekolah dan guru sertifikasi.

Kedua, makin mengecilnya pendapatan TPP bagi para guru yang belum sertifikasi. Jika sebelumnya untuk golongan 4A bisa mendapatkan Rp 1.500.000, kini di tahun 2021 hanya mendapat Rp 1.000.000.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan keluhan para guru honorer yang sejak beberapa tahun terakhir tidak ada penambahan gaji. Padahal, beban kerja guru honorer dan guru berstatus PNS sama.

“Harapan kita sebelum ketuk palu anggaran di tahun 2022 ada penambahan pendapatan bagi para guru. Karena kebutuhan pokok makin naik. Untuk gaji honor juga sudah 2 tahun ini tidak ada kenaikan dari Rp 1.550.000. Kalau tidak salah dibawah UMR,” keluhnya. (Fauzi).

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: