banner 468x60

Hari Ini Kota Pontianak HUT ke-250, Warga Kota: Banyak Harapan, Doa dan Tagihan Janji Pemerintah

  • Bagikan
Logo Kota Pontianak di Hari Jadi Kota Pontianak ke-250. Ist
Logo Kota Pontianak di Hari Jadi Kota Pontianak ke-250. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Hari ini tanggal 23 Oktober 2021, Kota Pontianak memulai hari jadinya ke 250. Kota Pontianak berdiri pada Rabu, 23 Oktober 1771. Jika dihitung dalam penanggalan Islam, yaitu masuk tanggal 14 Rajab 1185 H.

Kota Pontianak dibangun Syarif Abdurrahman Alkadrie. Dia adalah sultan pertama yang membangun sekaligus membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kiri Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal.

Kota Pontianak merupakan ibu kota Propinsi Kalimantan Barat memiliki luas wilayah mencapai 107,82 kilometer persegi, terdiri dari 6 kecamatan dan 29 kelurahan. Nama lain dari kota ini adalah Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa.

Kota Pontianak tak luas. Penduduknya saja tahun 2019 berjumlah 665,017 jiwa. Dari jumlah itu, 277.971 (50,1%) laki-laki dan 276.793 (49,9%) perempuan. Karena tak miliki sumber daya alam, Kota Pontianak hanya mengandalkan perdagangan dan jasa. Investasi menjadi arus masuk kas pemerintah dalam beberapa tahun ini. Perekonomian tumbuh cepat.

Dalam catatan Bappeda Kota Pontianak, kinerja perekonomian Kota Pontianak secara sektoral pada tahun 2014 tumbuh sebesar 6,52 persen dan ditandai dengan peningkatan pada setiap sektornya.

Meski mengalami perlambatan sebesar 0,4 poin dibanding tahun 2013 yang tumbuh sebesar 6,92 persen. Semua sektor ekonomi pada tahun 2014 mengalami pertumbuhan positif.

Banyak Harapan

Banyak harapan untuk Kota Pontianak dari warganya. Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono hanya meminta doa Kota Pontianak bisa lebih baik dan makin tumbuh menjadi kota kebanggaan bersama.

“Banyak harapan untuk Kota Pontianak bisa lebih makmur dan sejahtera warganya. Itu yang pelan-pelan kita lakukan,” ujarnya.

Ia meminta dukungan warga kota agar ia bisa memimpin lebih baik. Di HUT Kota Pontianak ke-250 ini, akan menjadi momentum untuk pembangunan lebih baik. Apalagi, saat masa pandemi kekuatan Kota Pontianak akan semakin baik dan segera pulih.

“Semua harus berpartisipasi. Tak hanya saya, tapi warga kota. Pandemi banyak mengajarkan kita untuk makin bekerja keras. Selamat hari jadi Kota Pontianak untuk warga semua,” ucap orang nomor satu di Kota Pontianak ini.

Tak Lupa Sejarah

Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie pun tak ketinggalan. Ia mengucapkan selamat hari jadi Kota Pontianak. Usia 250, bagi Sultan Pontianak sudah tak muda lagi. Banyak pengalaman untuk sebuah kota.

Namun, meskipun demikian, akar budaya jangan sampai tercabut dalam pembangunan kota yang makin intens.

“Silakan bangun kota, tapi budaya jangan sampai dilupakan. Harus beriringan karena sebuah kota maju, tak lepas dari nilai sejarahnya,” katanya.

Diakuinya, banyak potensi Kota Pontianak bisa dikembangkan dilihat dari sisi sejarah dan budaya. Saat ini, penataan pembangunan kota harus sama porsinya dengan penataan budaya.

“Saya minta kepada pemerintah, terutama wali kota untuk lebih dalam penataan sektor budaya. Ini untuk menghidupkan wisata sejarah yang banyak di bangun wilayah lain. Dan itu berhasil. Akan sangat baik jika diterapkan di sini,” katanya lagi.

Nyaman untuk Ditinggali

Kota Pontianak sudah dalam taraf penataan dan pembangunan.Tapi, perlu ditekankan ketika pembangunan juga harus memperhatikan kota layak tinggal dan nyaman. Artinya unsur kebahagiaan warga harus dihitung.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Sataruddin, di hari jadi Kota Pontianak ke-250 ini, berharap pemerintah bisa memproses anggaran dinas untuk hal prioritas. Ini bukan bicara soal porsi pembangunan, tapi bagaimana membuat pembangunan yang bisa buat warganya bahagia.

“Indeks bahagia warga Pontianak harus meningkat tiap tahun. Kita sudah gelontorkan anggaran dalam pembahasan. Kita minta pembangunan yang menitikberatkan lebih ke sarana publik. Seperti panataan taman, area bermain, olahraga, untuk para lansia, taman buku hingga pusat kuliner. Semua untuk kepentingan warga agar tak mudah stres tinggal di kota,” ujarnya.

Ia mengakui, akan mudah membuat pengaturan sebuah kata layak tinggal berkonsep keluarga. Ke depan, penataan kota bisa jauh lebih maksimal. Karena kadung sudah jadi kota, pemerintah harus lebih ekstra dalam perencanaan.

“Beberapa tahun ini perencanaan sudah dilakukan. Pekerjaan rumah pemerintah, DPRD akan dukung penuh. Janji pemerintah pun untuk membuat warganya bahagia harus bisa direalisasikan. Itu mendapat support kita,” paparnya.

Di hari jadi ini juga banyak harapan dan rencana ke depan pemerintah. DPRD siap mengawal agar sejumlah program bisa lebih mudah.

Ia menilai, pemerintah sudah dalam jalur tepat. Sudah bisa memetakan apa persoalan yang harus jadi prioritas. Kepala daerah dianggap Sataruddin tahu arah Kota Pontianak di masa depan. Ini bisa dilihat dari Perda Tata Ruang dan perencanaan tata kota di Bappeda.

“Saya rasa pemerintah sudah bisa menyusun jangka panjangnya untuk kota kita. Selamat HUT Kota Pontianak. Semoga bisa jadi kota nyaman untuk ditinggali, dan bahagia warganya,” kata Sataruddin.

Tuntaskan Masalah Perkotaan

Bukan rahasia umum jika sejumlah pekerjaan rumah harus dicarikan solusi jangka panjangnya. Persoalan klasik perkotaan di Kota Pontianak dari banjir, kemacetan, pengangguran, sampah hingga persoalan air bersih saat musim kemarau jadi masalah yang belum tuntas hingga saat ini. Meski sudah berganti kepala daerah.

“Bicara banjir. Itu persoalan serius. Banjir tak boleh dianggap sepele. Tak hanya selesai dengan meninggikan jalan, drainase dan pengerukan parit dan sungai. Itu cara konvensional yang belum maksimal menyelesaikan masalah,” kata pengamat perkotaan, Herman Hoffi Munawar.

Mantan anggota DPRD Kota Pontianak dua periode ini, menganggap persoalan klasik ini membutuhkan waktu dan melibatkan banyak pihak.

Contoh kata dia soal kemacetan. Sejauh ini, tidak ada regulasi menghentikan sementara laju pembelian kendaraan bermotor. Sementara, wilayah kota tak bertambah. Pemukiman makin masif.

“Hanya mengandalkan pelebaran jalan saja. Alhasil, spot kemacetan makin banyak. Pemerintah harus tegas dalam membuat kebijakan. Buat regulasi yang komprefensif dan menyeluruh. Jangan setengah-setengah. Hasilnya akan setengah juga. Janji pemerintah harus terlaksana,” paparnya.

Harmonis Bagi Semua

Salah satu dambaan banyak pihak adalah, Kota Pontianak menjadi kota harmonis dan ramah untuk semua golongan. Etnis dan agama. Tanpa kecuali.

Seperti diungkapkan Sekjen Ikatan Keluarga Besar Madura Kalbar, Muhammad Fauzi. Ia ingin, Kota Pontianak selalu aman, tenang, damai dan kondusif.

“Salah satu janji pemerintah bagaimana menciptakan lingkungan harmonis. Itu jadi hal besar yang bisa pelan-pelan diwujudkan,” katanya.

Banyaknya etnis dan budaya, Kota Pontianak menjadi salah satu kota yang angka toleransinya cukup baik, meski kalah dengan Kota Singkawang.

“Ini jadi catatan bersama. Kita bisa jadi kota layak toleransi. Makanya, di hari jadi ini, hal itu saya tekankan. Bagaimana kota kita jadi rumah aman, bagi semua kalangan. Kita hidup dalam perbedaan, tapi kita kuat dalam persatuan,” paparnya.

Belakangan ini, kata Fauzi, pemerintah sudah banyak terlibat aktif menggandeng lembaga budaya, agama dan sosial. Ini sangat penting dilakukan, setidaknya pemerintah punya kunci untuk mencegah, dan mengantisipasi persoalan yang bisa menghancurkan harmonisasi budaya dan agama.

“Sekali lagi selamat HUT Kota Pontianak. Semoga bisa jadi kota harmonis dan toleransi,” ucapnya. (Wati Susilawati)

 

 

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: