banner 468x60

Taati Prokes, Masyarakat Mesti Waspada Ancaman Gelombang Ketiga

  • Bagikan
Sosialisasi Prokes
Prajurit TNI Korem 121 ABW Sintang pasangkan masker pada siswa. (Ist)

JAKARTA, insidepontianak.com – Masyarakat di Indonesia diingatkan ntuk tetap waspada akan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Kondisi tersebut bakal terjadi di Indonesia meski belum diketahui kapan terjadi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, ada beberapa alasan yang membuat pemerintah terus mengingatkan masyarakat tetap waspada akan kehadiran gelombang ketiga Covid-19.

Alasan pertama, studi ilmiah mengatakan COVID-19 tidak hanya akan terjadi satu atau dua gelombang.

“Mengapa kita harus selalu waspada? Pertama, kita tahu bahwa dari suatu jurnal ilmiah Covid-19 menimbulkan gelombang epidemiologi berkali-kali,” katanya, kemarin.

Berdasarkan jurnal tersebut, Covid-19 memiliki pola tidak hanya terjadi satu gelombang di mana kasus mencapai puncak dan selesai lalu kemudian turun dan berakhir. Serangan Covid memiliki pola menimbulkan serangan beberapa kali.

Meski begitu ada kemungkinan bakal ada penurunan kasus setelah cakupan vaksinasi meluas secara global.

“Belajar dari saintifik ini, ketika kasus turun laju penularan maka yang paling baik kita harus menekan laju penularan serendah mungkin. Target Indonesia untuk menekan laju penularan itu 10 per 1 juta penduduk atau maksimal 2.700 kasus,” katanya.

Pada saat kasus turun seperti sekarang,  Nadia mengingatkan agar protokol kesehatan masyarakat harus tetap ketat dan serta tetap gencar lakukan 3T. Lalu, pemerintah juga mengatakan pada kondisi kasus rendah saat tepat untuk menggencarkan vaksinasi Covid-19.

Alasan kedua tetap waspada terhadap terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di RI adalah berkaca pada negara lain yang mengalami hal itu.

“Kita melihat gelombang ketiga itu niscaya sesuatu yang pasti terjadi. Kenapa? Banyak negara yang saat ini sudah mengalami gelombang ketiga,” katanya.

Sebut saja Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara Eropa tetap mengalami gelombang ketiga padahal cakupan vaksinasi di sana tinggi dan memiliki tingkat protokol kesehatan yang sudah baik.

Penyebab terjadinya gelombang ketiga adalah karena serangan varian Delta di negara-negara tersebut. Ketika ada varian Delta, kasus mereka meningkat,  Ada struggling tapi angka kematian rendah.

“Contoh tersebut menunjukkan gelombang ketiga mungkin terjadi di negara-negara lain,” tandasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: