banner 468x60

Minyak Sumbawa: Warisan Leluhur yang Kaya Khasiat

  • Bagikan
Ilustrasi minyak. suara.com
Ilustrasi minyak. suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pernah mendengar pulau Sumbawa? Ituloh, pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat atau biasa disingkat NTB.

Pulau Sumbawa menjadi bagian dari provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan pulau Lombok. Pulau ini mempunyai banyak keindahan alam dan beragam warisan budaya yang tak kalah menarik dari pulau Lombok.

Pantai-pantai berpasir putih, keindahan alam bawah laut yang menakjubkan, hingga gunung Tambora yang terkenal akan keindahan dan kedahsyatan letusannya terletak di Pulau Sumbawa. Konon katanya, rumah panggung terbesar dan tertua di dunia ada di Sumbawa, loh!

Kalau berbicara tentang keindahan alam, Indonesia memang tidak ada habisnya. Sekarang kita lanjut ke pembahasan kita hari ini, yuk! Mengenai produk lokal asal pulau Sumbawa.

Kalian tahu Minyak Sumbawa? Itu loh, minyak yang terkenal dengan segudang manfaatnya. Selain mengandung banyak manfaat, dalam proses pembuatan minyak Sumbawa juga terbilang unik karena menerapkan tradisi leluhur dalam pembuatannya untuk tetap menjaga khasiat minyak dan mewarisi budaya leluhur. Wah, keren banget!

Selain dianugerahi alam yang indah, Indonesia juga dianugerahi ribuan warisan budaya yang tentunya menjadi daya tarik untuk Indonesia sendiri. Tak terkecuali dalam pembuatan minyak Sumbawa ini, seperti dikutip Suara.com.

Proses pembuatan minyak Sumbawa sangatlah unik. Minyak Sumbawa dibuat dengan 9 jenis kulit akar kayu yang diambil langsung dari hutan. Tak lupa, masyarakat Sumbawa juga memiliki kebiasaan untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan dengan mengobati kembali akar kayu yang telah diambil.

Akar kayu yang diambil antara lain, akar kayu kunyit, akar kayu jahe dan akar kayu kesaming. Sesudah dikumpulkan, akar kayu kemudian ditumbuk atau diserut hingga berbentuk serbuk.

Selain 9 akar kayu, beberapa bahan lain juga diperlukan dalam pembuatan minyak Sumbawa seperti, santan kelapa dan madu asli Sumbawa. Konon katanya, bahan untuk membuat minyak Sumbawa berjumlah 144 bahan. Wah, banyak banget!

Pembuatan minyak Sumbawa harus dilakukan pada saat bulan Muharram. Semua proses pembuatan harus dilakukan oleh laki-laki, perempuan tidak diperkenankan untuk ikut. Pembuatan minyak Sumbawa dipimpin oleh seorang dukun atau sanro ( dalam bahasa Sumbawa ).

Langkah-langkah untuk membuat minyak Sumbawa dimulai dari menumbuk atau menyerut akar kayu hingga berbentuk serbuk. Kemudian, santan dimasak hingga mendidih. Jikalau sudah mendidih, semua bahan dimasukkan sembari diaduk diatas tungku.

Tugas sanro adalah mengaduk semua bahan hingga tercampur sembari memanjatkan doa-doa. Sanro dipercaya oleh masyarakat untuk memanjatkan doa-doa agar minyak Sumbawa yang dihasilkan lebih berkhasiat.

Jikalau semua bahan telah tercampur dan terpisah menjadi minyak dan serbuk akar kayu, itu tandanya minyak Sumbawa sudah siap untuk diangkat. Langkah terakhir adalah menyaring minyak dengan serbuk kayu yang tersisa.

Pembuatan minyak Sumbawa ini dapat ditemukan di desa Lantung. Bahan-bahan untuk membuat minyak Sumbawa sebenarnya sangatlah banyak, tetapi dirahasiakan oleh sanro. Hanya beberapa bahan umum saja yang dapat diberitahukan. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan khasiat dari minyak Sumbawa itu sendiri.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, pembuatan minyak Sumbawa sangatlah sakral dengan menjaga warisan adat istiadat nenek moyang. Masyarakat Sumbawa percaya semakin sakral proses pembuatan minyak Sumbawa maka semakin bagus minyak Sumbawa yang dihasilkan.

Minyak Sumbawa biasanya digunakan untuk terapi pijat oleh masyarakat sekitar. Minyak Sumbawa ampuh untuk mengatasi rematik, keseleo, perut kembung, mengobati luka bakar, patah tulang sampai keperjakaan pria dan masih banyak lagi.

Minyak Sumbawa yang kaya akan khasiat ini menjadi alternatif masyarakat untuk hidup sehat dengan memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: