Bupati Aron Tinjau Kondisi Banjir di Belitang dan Belitang Hilir

  • Bagikan
Bupati Sekadau Aron meninjau langsung banjir yang melanda Kecamatan Belitang Hilir dan Kecamatan Belitang, Jumat (5/11/2021). Curah hujan yang tinggi sepekan terakhir mengakibatkan banjir terjadi dibanyak titik wilayah Kabupaten Sekadau. (Istimewa)

SEKADAU, insidepontianak.com – Bupati Sekadau Aron meninjau langsung banjir yang melanda Kecamatan Belitang Hilir dan Kecamatan Belitang, Jumat (5/11/2021). Curah hujan yang tinggi sepekan terakhir mengakibatkan banjir terjadi dibanyak titik wilayah Kabupaten Sekadau.

Peninjauan kali ini pada dua wilayah Kecamatan, tepatnya Desa Entabuk dan Sungai Asam di Kecamatan Belitang Hilir serta Desa Belitang Satu dan Desa Belitang Dua di Kecamatan Belitang. Empat Desa ini berada di bantaran Sungai Kapuas sehingga mengalami banjir paling tinggi.

Turut hadir mendampingi Kapolres Sekadau, perwakilan anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Kepala Pelaksana BPBD serta Camat setempat beserta jajarannya.

Penyusuran pemukiman warga diwilayah banjir menggunakan perahu mesin karena kedalaman air yang cukup tinggi.

Pada kesempatan tersebut Aron memberikan bantuan secara simbolis kepada korban banjir di Sungai Asam. Selanjutnya bantuan akan disalurkan langsung oleh pihak Kecamatan dan Desa terkait.

Aron menekankan agar masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan yang cukup tinggi pada saat ini berpotensi memperbesar banjir, ditambah lagi air kiriman dari hulu sungai Kapuas.

“Daerah Belitang ini cukup parah, hampir semua rumah terendam banjir. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat karena curah hujan masih tinggi untuk mewaspadai ketika air naik,” pesannya.

Penanganan terhadap korban banjir telah disiapkan dengan menyediakan tempat pengungsian disertai sarana pendukung seperti dapur umum.

Camat Belitang, Hermansyah menyampaikan telah mempersiapkan tempat pengungsian dengan mengkondisikan bangunan atau sarana pemerintah seperti sekolah TK hingga SMA, Koramil, dan Gedung Pertemuan Umum Kecamatan.

“Saat ini sebagian besar korban banjir mengungsi ketempat tetangga atau keluarga. Sementara wilayah banjir yang paling parah adalah wilayah Belitang Satu,” ungkapnya.

Data korban banjir Kecamatan Belitang tercatat 514 Kepala Keluarga di Desa Belitang Satu dan 350 Kepala Keluarga di Desa Belitang Dua. (Ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: