banner 468x60

Mau Investasi, Harus Tenang Tak Perlu Pakai Emosi

  • Bagikan
Ingin investasi, harus tenang dan jangan emosi. Suara.com
Ingin investasi, harus tenang dan jangan emosi. Suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dalam berinvestasi, banyak sekali faktor yang mempengaruhi keberhasilan kalian dalam berinvestasi.

Mulai dari analisis fundamental dan teknikal, modal, update berita mengenai investasi hingga keberuntungan. Namun ada satu faktor yang sangat penting yang kebanyakan investor abaikan, yaitu emosi.

Pengendalian emosi yang baik akan mempengaruhi hasil akhir keuangan dalam instrumen investasi kalian. Sifat yang terlalu agresif akan membuat kalian gegabah dan berpotensi memberikan kalian kerugian.

Sebaliknya, sifat yang terlalu konservatif akan membuat kalian menjadi penakut dan melewatkan banyak peluang keuntungan.

Investasi mirip seperti bermain game, jika kalian mencurahkan emosi kalian secara berlebihan tentunya akan membuat kalian kalah dalam permainan.

Namun dengan mengontrol emosi tentunya akan membantu kalian untuk fokus dan memenangkan permainan.

Berikut Suara.com merangkum tips untuk menghindari emotional investing:

Diversifikasi

Seperti apa yang tetuah Warren Buffet katakan, jangan menaruh telur kalian dalam satu keranjang. Kalian tidak akan kehilangan semua telur kalian keranjang kalian jatuh apabila kalian memisahkan telur kalian dalam keranjang yang berbeda.

Dalam dunia Investasi, kutipan Warren Buffet yang satu ini memiliki makna yang sangat dalam dan berguna bagi kalian yang melakukan kegiatan investasi.

Diversifikasi adalah pemisahan modal kalian ke berbagai instrumen investasi. Seimbangkan dana yang kalian miliki sesuai yang kalian inginkan. Apabila salah satu instrumen investasi kalian mengalami kerugian, maka kalian mempunyai cadangan di instrumen investasi lainnya.

Menghindari kerugian dengan diversifikasi adalah salah satu langkah terbaik untuk menghindari emotional investing.

Seimbangkan Kepercayaan Diri

Umumnya ada dua fase yang akan membedakan investor ketika mulai berinvestasi, yaitu overconfidence dan underconfidence. Sikap percaya diri yang terlalu berlebihan nyatanya hanya akan membawa kalian pada pengambilan keputusan yang salah dan terlalu terburu-buru.

Namun percaya diri yang terlalu rendah juga hanya akan membawa kalian pada pengambilan keputusan yang terlalu lama dan hanya menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Hal yang perlu kalia lakukan adalah dengan menyeimbangkan kedua fase tersebut dengan mengetahui hasil positif dan negatif dari keputusan yang kalian buat nanti. Buatlah diri kalian nyaman dengan keputusan yang kalian buat.

Media adalah salah satu sumber informasi terbaik bagi kalian para investor. Media sosial adalah salah satu contoh tempat yang menjadi perkumpulan dan penyebaran informasi seputar dunia investasi.

Namun, kalian harus bijak dalam menggunakan media sosial dalam investasi kalian.

Keputusan berinvestasi berdasarkan media saja nyatanya tidaklah baik. Selalu saring berbagai informasi yang ada dan lakukan analisa sebelum melakukakan keputusan dalam berinvestasi.

Sebisa mungkin bagi kalian harus menghindari FOMO (Fear of Missing Out) yang bertebaran di media sosial untuk menghindari risiko dalam berinvestasi.

Pisahkan Masalah Kalian Saat Investasi

Apapun masalah yang kalian hadapi nantinya, usahakan untuk pisahkan masalah tersebut dengan aktivitas investasi kalian. Selalu gunakan kepala dingin dalam menjalani kegiatan investasi kalian.

Memisahkan masalah disaat kalian berinvestasi dapat menghindarkan kalian dari segala jenis hal emosional yang dapat mempengaruhi kinerja investasi kalian. Hindari aktivitas investasi apabila kalian tidak dapat mengontrol emosi dari masalah yang kalian hadapi.

Konsisten Dengan Metode Investasi Kalian

Dalam berinvestasi, kalian harus memiliki metode yang dapat kalian jadikan pedoman dalam kegiatan investasi kalian. Mulailah untuk menggali informasi mengenai dunia investasi dan tentukan metode investasi yang cocok dengan diri kalian.

Dengan menaati metode yang telah kalian tentukan, kalian dapat menghindari keputusan yang salah. Walaupun metode kalian tidak selalu memberikan kalian keuntungan, setidaknya kalian dapat menghindari keputusan yang salah dari metode yang kalian pilih.

Menerapkan metode sebagai pedoman investasi memang cukup sulit. Namun, apabila kalian tetap konsisten, niscaya kalian akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Emotional Investing bisa diredam dengan mengontrol emosi terlebih dahulu dan tetap tenang sebelum berinvestasi. Banyak kasus dimana seorang investor mengalami kerugian dikarenakan mereka gagal untuk meredam emosi yang mereka rasakan.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: