banner 468x60

QIA Tertarik Berinvestasi di Indonesia, Menteri Erick Thohir Ajukan Sejumlah Sektor

  • Bagikan
Menteri BUMN Erick Thohir dalam pertemuan dengan lembaga investasi Qatar Investment Authority (QIA) di Qatar pada Minggu (7/11/2021). [ANTARA/HO-Kementerian BUMN]
Menteri BUMN Erick Thohir dalam pertemuan dengan lembaga investasi Qatar Investment Authority (QIA) di Qatar pada Minggu (7/11/2021). [ANTARA/HO-Kementerian BUMN]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Lembaga investasi Qatar Investment Authority (QIA) berminat berinvestasi di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir usai melakukan pertemuan dengan QIA. Dalam pertemuan tersebut, Erick mengungkapkan jika QIA terkesan dengan potensi dan perkembangan bisnis di Indonesia.

“Syukur Alhamdulillah pertemuan tadi menghasilkan sejumlah poin-poin penting, yang salah satunya minat QIA (Qatar Investment Authority) berinvestasi di bidang pariwisata, energi, dan lain-lain,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta pada Minggu (7/11/2021).

Erick Thohir sendiri diketahui sedang menjajaki sejumlah kerja sama investasi dengan Qatar saat berkunjung ke negara Timur Tengah tersebut.

Selain QIA, Erick Thohir juga melanjutkan lawatan kerjanya ke Qatar, dikutip Suara.com, pada Minggu (7/11/2021).

Dalam lawatan itu, Erick Thohir mengadakan pertemuan dengan Sheikh Faishal Bin Thani Al Thani, Chief of Asia-Pacific & Africa Investments di QIA.

Lembaga investasi terbesar dunia dan pemilik saham klub sepak bola Paris Saint Germain (PSG) itu menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut Erick, Qatar sangat terkesan dengan pembangunan yang terus dilakukan Indonesia selama beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dengan potensi sumber daya alam maupun SDM yang dimiliki Indonesia, para investor percaya untuk berinvestasi.

Kepercayaan itu, menjadi bukti bahwa bangsa ini memiliki segala prasyarat untuk terus bertumbuh baik secara kualitas maupun kuantitas perekonomian.

“Ini menandakan betapa besarnya potensi Indonesia di mata dunia. Tentu kerja sama bisnis yang dibangun dengan prinsip saling percaya dan menghormati. Tentu pula dengan prinsip utama kerja sama yang tak sekadar dihitung dari sisi finansial, tapi dampaknya bagi pembangunan manusia,” katanya.

Dalam lawatannya ke Qatar, Erick menyempatkan diri bertemu dengan Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohammad Al Attiyah.

Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut pertemuan awal yang dirajut Menhan Prabowo Subianto.

“Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Qatar Dr. Khalid bin Mohammad Al Attiyah, sebagai follow up kerjasama antara Pindad dengan Barzan Holding Qatar, yang telah dirajut oleh Menteri Pertahanan RI Bapak Prabowo,” ujar Erick.

Pertemuan kedua menteri tersebut menghasilkan komitmen bersama memajukan industri pertahanan Indonesia.

“Alhamdulillah, dalam pertemuan ini Barzan menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan Indonesia. Barzan menyatakan bahwa kerjasama ini nantinya bukan hanya bisnis, namun juga mencakup alih teknologi dan pengembangan SDM Pindad agar dapat bersaing dalam rantai nilai global,” ujar Menteri BUMN.

Lawatan ke Qatar tersebut menjadi lanjutan dari safari Erick ke sejumlah negara.

Sebelumnya, Erick mendampingi presiden dalam forum G20 di Roma, kemudian disusul dengan pertemuan di Glasgow Skotlandia untuk menghadiri COP26.

Kemudian, lawatan berlanjut ke Uni Emirat Arab untuk menghadiri pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Kerajaan UEA.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: