banner 468x60

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Pemerintah Laksanakan PPKM Level 3 di Seluruh Wilayah

  • Bagikan
Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

PONTIANAK, insidepontianak.com – Langkah preventif mencegah lonjakan kasus Covid-19 diambil pemerintah dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat libur natal dan tahun baru (Nataru) 2021.

Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021. Masyarakat diminta mendukung kebijakan ini agar, lonjakan kasus dapat dikendalikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy memastikan pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM Level 3 seluruh wilayah Indonesia selama Natal dan Tahun Baru.

“Selama Natal dan Tahun Baru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” ujar Muhadjir, dikutif dari suara.com, Kamis (18/11/2021).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan untuk memperketat pergerakan orang dan mencegah lonjakan kasus Covid-19 usai libur akhir tahun.

Nantinya, seluruh wilayah di Indonesia, baik yang sudah berstatus PPKM Level 1 dan 2 akan disamaratakan dalam menerapkan aturan PPKM Level 3.

“Sehingga ada keseragaman secara nasional. Sudah ada kesepakatan, aturan yang berlaku di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali nanti akan diseragamkan,” katanya.

Muhadjir mengatakan, kebijakan status PPKM Level 3 ini akan berlaku mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2021. Kebijakan ini akan diterapkan menunggu Kemendagri menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru.

“Inmedagri Ini sebagai pedoman pelaksanaan pengendalian penanganan Covid-19 selama masa libur Natal dan Tahun Baru yang akan ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 22 November 2021,” Jelasnya.

Harus Didukung

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendukung kebijakan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan itu dinilai sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang harus didukung masyarakat.

Wali Kota Edi mengatakan, PPKM level 3 diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

“Tentu ada pertimbangan-pertimbangannya yakni menekan angka penularan selama libur Nataru sehingga tidak terjadi lonjakan kasus,” ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Edi, mengatakan, kebijakan itu harus didukung seluruh elemen masyarat. Di Kota Pontianak sendiri kondisi kasus Covid-19 masih cukup melandai. Sebagian besar wilayah di Kota Pontianak sudah berada di zona hijau.

Namun, masyarakat tak boleh lengah. Sebab, potensi lonjakan kasus bisa saja terjadi, jika masyarakat abai abai menerapkan protokol kesehatan. Untuk itulah, protokol kesehatan harus terus diterapkan dalam setiap aktivitas. Seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan.

“Selain itu, masyarakat juga harus vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan patuhi semua imbauan pemerintah saat pemberlakukan PPKM level 3 dilakukan,” pesannya.

Antisipasi Gelombang Ketiga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, sesuai prediksi pakar epidemiologi, lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga diperkirakan akan terjadi pada Desember dan Januari 2022 mendatang. Waktu yang bertepatan dengan natal dan tahun baru.

“Untuk itu, kita terus mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19. Kita berharap, masyarakat yang belum divaksin segera vaksin,” imbau Harisson.

Dia juga mengajak masyarakat mendukung program vaksinasi Covid-19. Agar herd immunity di Kalbar dapat segera tercapai. Sebab, cakupan vaksinasi di berbagai daerah masih rendah. Bahkan, Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mencatat baru Kota Pontianak yang mencapai 64,70 persen cakupan vaksinasi.

Optimalkan Prokes

Ahli epidemiologi Poltekes Kemenkes Pontianak, Malik Sapeudin mengimbau masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, protokol kesehatan menjadai salah satu cara menekan laju penularan Covid-19.

“Semoga pemberlakukan PPKM level 3, masyarakat terus disiplin dengan prokes dan mendukung program vaksinasi,” kata Malik Sapeudin, belum lama ini.

Malik mengatakan, perpanjangan PPKM dikarnakan ada kecenderungan penuruan kasus yang tidak signifikan dan stagnan. Hal ini dikarenakan percepatan program 3 pilar penangan Covid-19 belum optimal. Misalnya saja pelaksanan prokes 5 M yang hanya baru ditaati sekitar 60 persen penduduk.

Selain itu, tracing, tasting dan treatmen yang disarankan WHO  yaitu 1 per seribu per minggu juga belum tercapai. Sementara capaian vaksinasi di Kalbar juga tidak sabaik di Jawa-Bali.

“Ada kakawatiran, jika hal ini (vaksinasi) tidak dioptimalkan, maka herd immunity pada akhir 2021 sulit dicapai. Apalagi menjelang liburan Natal dan Tahun baru,” katanya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Pelaksanaan Inmendagri No 15 Tahun 2021, yaitu optimalisasi pemberlakuan PPKM belum dibarengi dengan pelaksanaan protokol kesehatan ketat.

Malik mendorong, agar masyarakat terus diingatkan bagaimana penerapan protokol kesehatan dengan baik. Misalanya saja  dalam penggunaan masker. Tak hanya itu, dia juga mendorong percepatan cakupan vaksinasi. Agar target 70 persen penduduk dapat tervaksinasi.

“Sehingga herd immunity yang diharapkan dapat terwujud,” pungkasnya. (Andi Ridwansyah)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: