banner 468x60

Pemkot Bersinergi dengan OPD untuk Wujudkan Singkawang Berpredikat KLA

  • Bagikan
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Singkawang bersama OPD terkait membahas Kota Singkawang berpredikat Kota Layak Anak (KLA) di Kalbar. (Istimewa)

SINGKAWANG, insidepontianak.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Singkawang akan terus bersinergi dengan OPD terkait guna mewujudkan Kota Singkawang berpredikat Kota Layak Anak (KLA) di Kalbar.

“Tentunya kita akan terus bersinergis, berkolaborasi dan bekerjasama dengan OPD terkait dalam upaya bersama mewujudkan Singkawang kota Layak Anak,” kata Kepala Dinas Sosial PPPA Singkawang, Sutiyarto, Selasa (23/11/2021)

Sutiyarto mengungkapkan pihaknya juga akan bersinergi dengan elemen masyarakat mulai organisasi kemasyarakatan, instansi vertikal, pemuda dan organisasi yang berkecimpung dalam hal perempuan dan anak di kota Singkawang.

Ada sejumlah indikator yang patut dicapai. Indikator tersebut digolongkan dalam sejumlah klaster. Ada kelembagaan, klaster hak sipil dan kebebasan, klaster klingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya, klaster perlindungan khusus dan kecamatan/keluarahan layak anak.

“Masing masing klaster ada poin poin indikator yang hendak dicapai. Dari Dinsos PPPA menyampaikan ada yang sudah tercapai dan ada yang belum maksimal pencapaiannya,” katanya.

Dimasing masing klaster ada nilai/poin yang ingin dicapai. Di masing masing indikator per klaster ada yang menjadi bagian tugas fungsi sektor OPD lainya yang perlu disinergikan. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat nantinya Dinsos PPPA akan membuat rencana aksi daerah (RAD).

“Kita akan membuat RAD guna memaksimalkan apa yang belum dicapai. Dan ini butuh sinergisitas dengan OPD dan lembaga lainya. Karena saat ini yang masuk penilaian Kota Layak Anak adalah Kota Pontianak, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kubu Raya,” jelas Sutiyarto.

Secara kelembagaan misalkan, Pemkot Singkawang sudah memiliki peraturan daerah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, terbentuknya forum anak, kemitraan dengan pihak pihak seperti lembaga masyarakat, kemitraan dengan media dan kemitraan pendukung lainya.

Guna mencapai indikator agar meraih skor maksimal dibutuhkan kerjasama semua OPD, elemen masyarakat.

“Dinsos PPPA akan terus berupaya agar keinginan Singkawang menjadi kota layak anak bisa terwujud,” katanya. (Ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: