banner 468x60

Pemkot Singkawang Terus Berupaya Antisipasi Gelombang III Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi, Vaksinasi Covid-19. (Istimewa)

SINGKAWANG, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana akan terus melakukan langkah upaya antisipasi gelombang III Covid-19 di wilayah Kota Singkawang.

“Kita akan terus berusaha maksimal untuk mengantisipasi gelombang III Covid-19. Caranya meningkatkan disiplin protokol kesehatan, melaksanakan 3T dan mempercepat vaksinasi,” ungkap  Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kota Singkawang Mursalin, Rabu (24/11/2021).

Mursalin menjelaskan penerapan protokol kesehatan itu adalah kunci mencegah sekaligus memutus mata rantai penularan Covid-19. Minimal, kata dia, masyarakat menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Dengan terus menerapkan protokol kesehatan maka ia yakin Singkawang akan bisa menghadapi gelombang III Covid-19 secara masif dan maksimal.

“Intinya protokol kesehatan ini, jangan sampai kendor,” ungkapnya.

Diharapkan penerapan protokol kesehatan ini bisa dilakukan baik nanti menjelang Natal maupun tahun baru. Sehingga masyarakat harus saling menjaga diri dan tidak abai dengan protokol kesehatan.

Langka kedua, jika ditemukan kasus Covid-19. Pihaknya akan tetap dengan optimal melakukan 3T, yakni upaya atau tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment) adalah salah satu upaya utama penanganan COVID-19.

“Jadi jika terindikasi seseorang dengan kategori berat maka akan kita rujuk ke rumah sakit untuk ditangani optimal,” ungkapnya.

Langkah selanjutnya, yaitu vaksinasi. Saat ini, Satgas Covid-19 yang didalamnya terdiri lintas sektoral terus berupaya keras memaksimalkan pencapaian target cakupan vaksin. Setiap hari di kota Singkawang tidak ada istilah putus kegiatan vaksinasi. Hal ini guna mewujudkan kekebalan massal di Kota Singkawang.

“Kita berusaha minimal di akhir Desember tahun ini taget capaian kita untuk vaksin dosis pertama mencapai 70 persen. Diharapkan target ini juga bisa tercapai baik di tingkat kelurahan hingga kecamatan di kota Singkawang bisa mencapai 70 persen,” katanya.

Guna mempercepat vaksin ini, kata Mursalin, pihaknya terus bekerjasama dengan semua elemen masyarakat, lintas sektoral dalam mewujudkan targer capaian vaksinasi tersebut. “Bahkan memperkuat koordinasi, komunikasi, kerjasama, kolaborasi, pihaknya juga jemput bola dengan menggelar vaksin tidak di tempat tertentu saja melainkan rumah ke rumah dengan mendekatkan layanan vaksinasi ke warga,” ujarnya.

Pelibatan lintas sektoral itu tampak mulai dari camat, lurah, RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa turut serta dalam kegiatan vaksinasi termasuk tokoh pemuda, toko agama, tokoh masyarakat. Semua bergerak guna mempercepat vaksinasi. Tak khayak berkat kolaborasi tersebut, setiap hari sudah disusun lokasi dan jadwal pelaksanaan vaksin massal bagi masyarakat.

“Saat ini  per tanggal 23 November untuk dosis I sudah mencapai 60,43 persen. Sehingga kita optimis cakupan 70 persen di akhir tahun bisa tercapai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Singkawang Sujianto berharap dengan adanya gebyar Vaksinasi dapat meningkatkan cakupan vaksinasi dan mempercepat terbentuknya herd immunity di Kota Singkawang.

“Kita harap masyarakat semakin teredukasi dan menjadikan gerakan vaksinasi sebagai kebutuhan dalam melawan penyebaran Covid-19. Tidak ada solusi ataupun cara lainnya. Kemudian, untuk semakin memperlengkapi perlindungan terhadap penyebaran Covid-19 tetap menjalankan protokol kesehatan.” ujarnya.

DPRD Singkawang mendukung langkah Pemkot Singkawang sampai pada akhir tahun 2021 ini, cakupan vaksinasi kota SIngkawang sudah menembus 70 persen dari jumlah masyarakat kota Singkawang. Sehingga, terbentuklah herd immunity dan masyarakat dari luar kota Singkawang juga tidak takut lagi untuk berkunjung.

“Karena Kota Singkawang ini adalah daerah tujuan wisata di Kalimantan Barat. Jadi, masyarakatnya harus immune dulu, sehingga wisatawan tidak ragu untuk berkunjung dan perekonomian kota Singkawang juga ikut pulih.” harapnya. (Ril)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: