banner 468x60

PPKM Level 3 Strategi Pemerintah Cegah Penularan Corona Gelombang Ketiga

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock/Suara.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ancaman gelombang ketiga penularan Covid-19 diprediksi akan terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk meminimalisir kemungkinan itu terjadi, maka pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya dengan kembali menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022  di semua wilayah.

Pemberlakukan PPKM level 3 itu diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap menerapkan protokol kesehatan  yang kini mulai kendor.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, sesuai prediksi pakar epidemiologi, lonjakan kasus Covid-19 gelombang 3 diperkirakan akan terjadi pada Desember hingga Januari 2022. Waktu yang bertepatan dengan natal dan tahun baru.

“Untuk itu kita terus mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19. Kita berharap, masyarakat yang belum divaksin segera ikut,” pesan Harisson belum lama ini.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat mendukung program vaksinasi Covid-19. Agar herd immunity di Kalbar dapat segera tercapai. Sebab, cakupan vaksinasi di berbagai daerah masih rendah. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, baru Kota Pontianak yang saat ini bisa mencapai cakupan vaksin sebesar 64,70 persen.

Posisi kedua disusul Singkawang dengan persentase 52,87 persen. Di sisi lain, Harison juga berharap  masyarakat tak lengah dengan protokol kesehatan. Agar lonjakan kasus tak terjadi.

Disiplinkan Prokes

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang terus berupaya mendisiplinkan protokol kesehatan kepada masyarakat. Sebab, kedisiplinan masyarakat dinilai cenderung kendor seiring penularan kasus menurun.

“Kita akan terus berusaha maksimal untuk mengantisipasi gelombang III Covid-19. Caranya, meningkatkan disiplin protokol kesehatan, melaksanakan 3T dan mempercepat vaksinasi,” kata Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kota Singkawang Mursalin, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan adalah kunci memutus mata rantai penularan Covid-19. Minimal, masyarakat menerapkan 3M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Dengan terus menerapkan protokol kesehatan, maka diyakini, Singkawang akan bisa mencegah ancaman penularan Covid-19 gelombang ketiga.

“Intinya protokol kesehatan ini, jangan sampai kendor,” pesannya.

Langkah kedua, Pemkot Singkawang akan terus melakukan testing, tracing dan treatment. Supaya bisa mendeteksi dan menangani kasus penularan baru dengan cepat.

“Jadi jika terindikasi seseorang dengan kategori berat, maka akan kita rujuk ke rumah sakit untuk ditangani optimal,” katanya.

Genjot Vaksinasi

Di Kabupaten Kubu Raya sendiri, vaksinasi terus digenjot. Sebab, Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, per 23 November 2021, Kubu Raya berada di urutan 13 dengan jumlah cakupan vaksinasi rata-rata baru mencapai 33,10 persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Kubu Raya, Marijan mengajak masyarakat menyukseskan program vaksinasi. Sebab, vaksin merupakan ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita terus gencarkan vaksinasi massal. Kita harapkan masyarakat yang belum divaksin segera vaksin,” imbau Marijan.

Dia mengatakan, vaksin berfungsi membuat daya tahan tubuh masyarakat akan lebih kuat dalam menangkal virus Covid-19. Di sisi lain, menerapkan protokol kesehatan juga tak boleh kendor. Agar kasus penularan baru tak lagi muncul.

Penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan harus selalu diterapkan dalam setiap beraktivitas.

Larang ASN Cuti

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melarang cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Langkah ini sebagai komitmen Pemkot Pontianak mendukung kebijakan pemerintah menerapkan PPKM Level 3.

Meski cuti adalah hak setiap ASN, namun dalam konisi sekarang, pemerintah punya pertimbangan sendiri meniadakan cuti pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Tujuannya semata untuk mencegah melonjaknya kasus Covid-19.

“Larangan tersebut sesuai dengan Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021,” jelas Wali Kota Edi.

Selain cuti, dalam Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, juga melarang penyelenggaraan kegiatan seni budaya dan olahraga, larangan pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year. Baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Edi juga memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak siap menyelengarakan PPKM level 3 dengan melakukan pembatasan-pembatasan sesuai yang telah diatur dalam Inmendagri.

“Pembatasan-pembatasan itu selama dua sampai tiga pekan sejak aturan itu mulai diberlakukan,” pungkasnya. (Abdul Halikurrahman)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: