banner 468x60

Pusat Pantau Perkembangan Covid Daerah, Pandemi di Pontianak Mulai Pulih

  • Bagikan
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (Antara/Devi Nindy/Suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, pemerintah terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di seluruh daerah di tanah air.

Hal ini untuk memastikan tidak terjadi lonjakan kasus terutama menjelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

“Kami mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik, jadi kita tidak perlu khawatir, tapi kita memonitor yang memiliki potensi ada kenaikan (kasus),” ujar Budi dalam keterangan pers, kemarin.

Budi menambahkan, berdasarkan pantauan, terdapat sejumlah kota yang mengalami kenaikan kasus konfirmasi meskipun masih dalam jumlah yang relatif kecil serta positivity rate dan keterisian tempat tidur di rumah sakit yang masih rendah, seperti di Fakfak, Purbalingga, dan Lampung Utara.

“Kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau nanti ada kenaikan. Kurang lebih ada 19 kota yang kita monitor secara ketat, kita surveilans secara ketat karena ada kenaikan kasus, walaupun masih kecil, lebih dari dua minggu,” ujarnya.

Menkes menambahkan, pihaknya juga memantau pelaksanaan tracing dan testing di setiap daerah sehingga dapat melakukan langkah perbaikan jika masih terdapat kekurangan. Testing harus dilakukan terhadap kontak erat hasil dari tracing.

Namun, Budi mengungkapkan di daerah yang mengalami kenaikan kasus terpantau disiplin dalam tracing dan testing kontak erat sudah mengalami penurunan.

“Oleh karena itu, kita mengimbau semua pimpinan daerah, bupati, wali kota agar selalu meningkatkan dan menjaga disiplin tracing dan juga testingnya. Ini sangat penting untuk bisa mencegah adanya gelombang baru,” jelasnya.

Selain memantau perkembangan penanganan Covid-19 di seluruh daerah, pemerintah juga memantau perkembangan kasus di luar negeri serta mengintensifkan pelaksanaan genome sequencing untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran varian baru Virus Corona di Indonesia.

“Semua gerakan atau kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dengan ketat, kita awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden agar membuat kita tetap waspada terutama di masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) ini,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan kasus Covid-19 di daerahnya mulai melandai. Seiring dengan menurunnya kasus itu, Pontianak mulai kembali menggairahkan sektor ekonomi.

 

Edi optimis sektor ini membaik. Salah satu indikator tersebut tergambar dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak yang mencapai skor 79,83, dari yang sebelumnya 79,44.

“Hal ini menunjukkan tren yang sangat baik dan positif sebagai keberhasilan kita dalam program terutama kesehatan dan pendidikan serta daya beli masyarakat yang semakin membaik,” ujarnya, Selasa (23/11/2021).

Edi menyebutkan, kondisi pandemi di Kota Pontianak berangsur pulih. Ini bisa dilihat dari tingkat hunian atau okupansi hotel yang  sudah di atas 60 persen. Kafe dan warung kopi juga pengunjungnya sudah mulai ramai.

Kondisi ini, kata dia, menjadi tren positif untuk pertumbuhan ekonomi, akan tetapi tetap harus waspada dan tidak lengah dengan kemungkinan adanya lonjakan kasus setelah libur Natal dan Tahun Baru yang diprediksi akan ada lonjakan kasus.

“Tetapi kalau kita taat protokol kesehatan, saya yakin kita bisa tetap aman dari Covid-19,” tutupnya. (And)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: