banner 468x60

Target Endemi, Lonjakan Covid-19 Pasca-Nataru Mesti Dicegah Bersama

  • Bagikan
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.(Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com – Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menyebutkan, pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sangat diharapkan agar pandemi dapat diakhiri.

Dengan demikian, Indonesia dapat memasuki tahapan endemi Covie-19. Maka itu kata Wiku, Indonesia harus terus mempertahankan kondisi kasus yang terkendali di tengah lonjakan kasus di berbagai negara di dunia. Laju kasus di Indonesia saat ini masih cukup terkendali.

“Seharusnya bisa disikapi dengan hati-hati serta mulai menyusun rencana menuju tahapan perkembangan kasus yang lebih terkendali yaitu status endemi. Perlu menjadi perhatian, transisi menuju endemi dapat sewaktu-waktu terhambat akibat lonjakan kasus yang kembali terjadi,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (23/11/2021).

Wiku mengedukasi masyarakat berdasarkan ilmu epidemiologi, agar masyarakat mudah memahami. Jika berdasarkan luas penularannya, maka dapat dibagi kondisi penularan suatu penyakit, termasuk Covid-19 menjadi 3 bagian.

Pertama, ialah epidemi. yang berarti kondisi di mana peningkatan kasus yang cepat di wilayah tertentu. Contohnya Covid-19 yang awalnya ditemukan pada bulan Desember 2019 di Kota Wuhan, China dan terus menyebar sampai seluruh penjuru negeri tersebut.

Kedua, yaitu tahapan pandemi. Kondisi dimana peningkatan jumlah kasus Covid-19 secara cepat dan bersamaan di banyak negara bahkan diseluruh dunia. Contohnya penetapan pandemi Covid-19 pada tanggal 11 Maret 2020 hingga kini. Kondisi kasus masih tergolong tinggi di beberapa negara bahkan merupakan lonjakan berulang setelah pelandaian. Seperti contohnya di negara Amerika Serikat, Rusia, Inggris dan Jerman.

Ketiga yaitu endemi. Kondisi dimana kasus masih tetap ada di beberapa wilayah dengan jumlah kasus yang rendah dengan laju penularan yang stagnan.

“Tahapan epidemi menjadi pandemi Covid-19 telah banyak memberikan pelajaran bagi kita. Khususnya terkait pentingnya mencegah agar lonjakan kasus tidak lagi terjadi di kemudian hari,” tegas Wiku.

Untuk itu, diharapkan kerja sama berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan target pengendalian Covid-19 yang terkini. Ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan agar target menuju endemi dapat terealisasi.

Pertama, penetapan indikator endemi secara luas atau percakupan daerah dilakukan oleh pemerintah dan berkonsultasi dengan pakar.

Kedua, pemantauan kasus melalui surveilans kasus dan genomik COVID-19 secara konsisten. Ketiga, terus menekan angka kasus berat dan kematian menjadi angka kesembuhan yang tinggi melalui upaya vaksinasi, perawatan serta pengobatan kasus yang berkualitas.

Keempat, menjaga laju penularan tetap dalam kondisi rendah dan terkendali melalui upaya testing dan tracing, penyesuaian aktivitas masyarakat yang aman dan produktif serta mobilitasnya.

“Kita berharap perkembangan kasus di Indonesia yang semakin baik ini tetap bertahan. Bahkan pasca periode nataru seringkali menimbulkan lonjakan kasus,” lanjut Wiku.

Untuk itu diharapkan momen Nataru mendatang menjadi pembuktian Indonesia kepada dunia. Bahwa Indonesia mampu dengan baik mengantisipasi lonjakan kasus walau memasuki periode libur panjang.

“Saya pun meminta masyarakat Indonesia juga berempati untuk negara lain karena pandemi Covid-19 baru akan selesai apabila semua negara dapat mengendalikan kasus sehingga mendukung proses pemulihan ekonomi global,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison menyebutkan daerahnya siap mengikuti arahan pusat untuk menerapkan PPKM Level 3 selama Nataru.

Penerapan aturan itu, menurutnya sebagai upaya mendukung upaya pusat untuk menekan laju penularan Covid-19, serta rencana strategi menuju status Endemi di Indonesia.

“Berdasarkan prediksi pengalaman observasi, kita setiap ada libur panjang itu berikutnya pasti akan mengalami lonjakan kasus yang masif setalah libur panjang, berdasarkan pengalaman itu dan berdasarkan prediksi dari epidemiologi untuk libur Natal dan Tahun Baru akan terjadi lonjakan kasus,” jelasnya.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah berencana akan membatasi mobilitas masyarakat, memperketat protokol kesehatan, serta mengejar target vaksinasi sebanyak-banyaknya. (And)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: