banner 468x60

Anda Miliki Tekanan Darah Rendah? Berikut Mengatasi Hipotensi

  • Bagikan
Ilustrasi tekanan darah rendah [pixabay/Suara.com]
Ilustrasi tekanan darah rendah [pixabay/Suara.com]

PONTIANAK, insidepontinak.com – Hipotensi merupakan kondisi tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Pada kondisi normal, tekanan darah biasanya 120/80 mmHg.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya tekanan darah seseorang, di antaranya adalah keturunan, usia, kondisi kesehatan tertentu sampai dengan konsumsi obat-obatan.

Menurut laman Alodokter, dikutip Suara.com ada 5 cara untuk mengatasi tekanan darah rendah atau hipotensi.

1. Posisi tubuh

Hal dasar yang harus diperhatikan apabila sedang mengalami tekanan darah rendah adalah memperhatikan posisi tubuh. Saat bangun tidur, pastikan bangun secara perlahan.

Kamu juga bisa menyilangkan paha atau mengangkat kaki secara perlahan untuk membantu mendorong aliran darah dari kaki ke jantung.

2. Menggunakan stocking kompresi

Menggunakan stocking kompresi dapat membantu mencegah darah untuk tidak terkumpul pada pembuluh darah vena yang ada di kaki.

3. Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula baik untuk meningkatkan tekanan darah. Namun, tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, ya.

4. Mengonsumsi tanaman herbal

Ada beberapa tanaman herbal yang dapat membantu meningkatkan tekanan darah seperti jahe, kayu manis, dan juga lada. Selain itu, bisa juga dengan mengonsumsi suplemen herbal.

5. Mengonsumsi obat

Ada berbagai obat yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan tekanan darah, salah satunya adalah fludrocortisone dan midodrine (orvaten). Obat ini akan membantu mempersempit Pembuluh darah sehingga tekanan darah akan meningkat. Namun, dalam mengonsumsi obat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Disadur dari Hellosehat, ada beberapa gejala yang bisa mengindikasikan bahwa tubuh mengalami darah rendah, di antaranya:

Sering merasa pusing
Merasa mual
Lemas
Pandangan mata terasa kabur
Hilang konsentrasi
Hilang kesadaran diri

Nah, hal-hal di atas merupakan ciri-ciri apabila seseorang mengalami hipotensi. Memeriksakan diri secara rutin menjadi salah satu pencegahan terbaik, jika kamu sering merasa mengalami gejala di atas.

Apabila dihiraukan, kondisi tersebut bisa saja menjadi parah, berdampak terhadap kegiatan sehari-hari, pada kesehatan di masa mendatang.

Oleh karena itu, baik untuk menyadari gejala hipotensi sejak dini. Hal paling penting adalah menjaga kesehatan dengan olahraga dan mengonsumsi makanan sehat, serta hindari stres agar terhindar dari resiko hipotensi.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: