banner 468x60

Museum Pendidikan Nasional: Yuks Belajar Pendidikan Zaman Dulu dan Sekarang

  • Bagikan
Pembelajaran masa kolonial (Dok. Pribadi)/Yudi Rahmatullah
Pembelajaran masa kolonial (Dok. Pribadi)/Yudi Rahmatullah/ Suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Terdapat banyak cerita sejarah yang bisa kamu pelajari dengan mengunjungi sebuah museum.

Museum juga memamerkan benda-benda bersejarah, seperti artefak, ukiran, karya seni, dan lainnya yang bisa kita teliti dan ketahui tentang bagaimana gambaran kehidupan pada zaman dulu.

Setiap museum memang mempunyai jenis-jenisnya berkaitan dengan cerita dan benda-benda apa saja yang terdapat di dalamnya.

Seperti Museum Pendidikan Nasional yang ada di Bandung. Sesuai namanya, museum ini menyajikan benda-benda dan situasi pendidikan di zaman dulu serta masa depan. Berikut rangkuman Suara.com.

1. Pendidikan di zaman prasejarah

Ketika memasuki ruang pertama, museum memamerkan pembelajaran masa pra aksara. Mata saya tertuju ke sebuah patung atau diorama yang menampilkan kehidupan manusia purba pada masa berburu, dengan cara mengumpulkan makanannya masih nomaden dan sangat bergantung pada alam.

Pada masa ini orangtua memberikan metode pembelajaran langsung, pewarisan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada anak-anaknya. Seperti, seorang ayah mengajarkan cara berburu kepada anak laki-lakinya dan seorang ibu yang mengajarkan cara meramu, mengolah, serta mengawetkan hasil buruan.

2. Pendidikan di masa kolonial

Lantai kedua memamerkan perkembangan pendidikan Indonesia pada masa klasik, masa kolonial, dan masa pergerakan nasional. Ada beberapa karakter utama pendidikan zaman kolonial Belanda dulu, yaitu sekolah dibedakan untuk anak pribumi, anak Belanda dan Tionghoa, juga berdasarkan bahasa pengantarnya. Kurikulum dan sistem ujian disamakan dengan sekolah di negeri Belanda.

Di ruang ini juga dipamerkan bangunan sekolah, peta konsep pendidikan, kurikulum atau materi pelajaran dan biaya sekolah di masa kolonial. Hal yang menarik adalah, disajikannya beberapa diorama yang menunjukkan situasi pembelajaran pada masa itu.

3. Alat-alat pembelajaran zaman dulu

Namun, yang menarik perhatian saya adalah di setiap lantai memamerkan beberapa alat pembelajaran berupa alat tulis dan alat baca di zaman dulu. Seperti alat tulis yang terbuat dari bambu kecil dan bulu unggas. Malah ada buku-buku di zaman kolonial dulu yang masih dalam kondisi yang sangat baik.

Ada juga buku-buku yang saya gunakan untuk belajar membaca dan mengeja ketika saya berada di bangku sekolah dasar dulu. Di zaman sekarang mereka mungkin sudah tidak proper lagi untuk digunakan. Pasalnya, alat pembelajarannya sudah semakin berkembang dan beragam, serta sudah digitalisasi.

4. Alat pembelajaran interaktif

Di ruang atas, menampilkan alat-alat pembelajaran interaktif. Hal ini tentu terlihat sangat kontras dengan alat-alat pembelajaran yang saya lihat sebelumnya. Di ruang ini dipamerkan beberapa alat pembelajaran yang telah menggunakan alat-alat teknologi, seperti iPad dan handphone.

Di dalamnya menyajikan soal-soal yang dilengkapi dengan pembahasan soal, agar anak-anak sekolah lebih mudah mempelajarinya.

Kemudian di bagian atap museum, disediakan taman dan outdoor kafe. Di sini para pengunjung dapat menikmati pemandangan kampus UPI dan pemandangan Gunung Tangkuban Parahu.

Nah, itulah segala hal tentang Museum Pendidikan Nasional. Selain memamerkan benda-benda kuno bersejarah, museum ini juga menampilkan benda-benda dan kegiatan yang lebih menyenangkan dan interaktif. Serta, menyajikan situasi pendidikan pada zaman dulu dan masa depan.

Bagi kamu yang penasaran, bisa datang langsung ke museumnya yang berada di area Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung. Museum ini diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015.

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: