banner 468x60

Survey Herd Immunity di 34 Provinsi Dasar Pengambilan Kebijakan Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.(Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com – Pemerintah saat ini tengah melakukan sero survei antibodi terhadap virus Sars-Cov2. Program ini, masih terus bergulir dijalankan di 34 provinsi di Indonesia. Cakupannya meliputi sekitar 1000 desa dan wilayah aglomerasi.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan, survei ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekebalan komunitas (herd immunity) masyarakat terhadap pandemi Covid-19.

Hasil survei inilah nantinya dapat memberikan informasi seberapa besar kekebalan komunitas yang telah terbentuk di Indonesia.

“Baik kekebalan karena infeksi alamiah, maupun yang didapat dari hasil vaksinasi. Sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berbasis data dan fakta,” kata Wiku, dalam keterangan pers, kemarin.

Dia menjelaskan, program ini dijalankan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri serta didukung peneliti-peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia.

“Hasilnya, diperkirakan akan segera dianalisis dan dapat keluar hasilnya di minggu ketiga atau keempat di akhir tahun 2021,” jelas Wiku.

Menyoal herd immunity, Gubernur Kalbar, Sutarmidji terus mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

“Vaksin sekarang sudah cukup banyak tersedia. Oleh karena itu, untuk mencapai program vaksinasi di Kalbar perlu adanya keterlibatan semua pihak dan pemerintah agar capaiannya menjadi tinggi di akhir tahun ini,” katanya.

Sutarmidji juga mengatakan agar sentra vaksinasi semakin banyak digelar. Baik dari pemerintah maupun pihak lainnya. Sehingga semua pihak dapat ikut andil dalam penanganan Covid-19 ini.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengajak semua warganya untuk memanfaatkan vaksin yang ada. Sehingga target herd immunity bisa tercapai.

“Saya mengajak warga untuk memanfaatkan ketersediaan vaksin ini agar mendaftarkan dirinya untuk divaksin,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat tidak lengah dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

“Mudah-mudahan varian baru tidak masuk ke kota kita,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan warga selain patuh dengan protokol kesehatan, juga menjaga imunitas, vaksinasi dan menjalankan pola hidup sehat dalam keseharian. (And)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: