banner 468x60

Dua WNI Terjebak Lockdown di Zhejiang University Hangzhou

  • Bagikan
Ilustrasi lockdown. (Shutterstock)
Ilustrasi lockdown. (Shutterstock/Suara.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang tengah menempuh pendidikan Zhejiang University di Kota Hangzhou, China, terpaksa menjalani lockdown di dalam kampus.

Hal ini terjadi setelah kampus tersebut mendadak dikenai lockdown (penguncian) pada Kamis malam setelah seorang dosen dinyatakan positif COVID-19.

“Tadi pukul 18.00 (17.00 WIB) ada pemberitahuan mendadak bahwa seorang dosen positif COVID. Pintu gerbang kampus langsung ditutup semua, yang ada di dalam tidak bisa keluar,” kata Joko Pilianto, mahasiswa Zhejiang University, dikutip Suara.com.

Otoritas kesehatan setempat langsung menggelar tes asam nukleat (PCR) pada ribuan orang yang berada di dalam area kampus, termasuk Joko dan Candra, keduanya mahasiswa asal Indonesia.

“Pemberitahuannya pas jam makan malam. Stok makanan di swalayan di dalam kampus langsung habis,” kata Joko yang sedang menunggu antrean tes PCR bersama ribuan orang yang terjebak di dalam wilayah kampus.

Mahasiswa berusia 28 tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu hanya bisa pasrah kalau harus terkunci di dalam area kampus selama 14 hari, sebagaimana protokol kesehatan yang diberlakukan otoritas China.

“Memang ada pemberitahuan karantina 14 hari di dalam kampus,” ucap mahasiswa yang mendalami bidang serangga di Zhejiang University sejak 2016 itu.

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, seorang dosen tersebut telah mengunjungi beberapa tempat di dalam kawasan kampus, termasuk swalayan dan museum seni yang juga banyak didatangi para pengunjung.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: